"Memilih sikap terbaik untuk hidup setelah kematian"

_faidza ‘azzamta fatawakkal ‘alallah_
Intanshurullaha yanshurkum wayutsabbit
aqdaamakum

"....Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia
akan menolongmu dan meneguhkan
kedudukanmu." (QS Muhammad : 7)

7 menit yang 7 Jam



Beberapa waktu yang lalu ketua PKM saya sekaligus sohib dan kakak saya sms. Ceritanya ada reporter TRANS7 ingin meliput si SAWURI (Sawut Onigiri). Entah bagaimana ceritanya ya, kami belum pernah press rilis media, tapi serdadunya si Unyil sudah jauh meng-kepo si SAWURI :D
Usut punya usut, ternyata sang reporter just browsing inovasi pangan tradisional, wal hasil taaruf sama SAWURI. :)

Fix, Senin pagi jam 09.00 WIB, @Rumah Kaca DS, kami syuting buat salah satu segmen di Si Unyil Trans7. #ada bahan buat woro-woro eksistensi sawuri di asrama. B-)

“kok bisa kok bisa?”
“Wah iya?”
“Wah keren..”
“Gimana caranya?”
è       “Kami hanya dihubungi kok” B-) :p
Atau si kecil yang di rumah..
“iya ya mbak? Wah, mbak ulfa masuk TV nih, kabar-kabar ya mbak..”
“Iya dek... -__-“
*Masuk TV yang hanya lewat lalu itu bukan suatu kebanggan sayang, mending selalu masuk perhatian Allah :)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hari H tiba, 1 tim kami sambut.
Ada 1 reporter, Mbak Astri yang biasa contact’an sama kami.
1 kameramen, mas Wahyu.
1 sopir + manager anak-anak kecil, mas Gombez.
1 dalang si Unyil dan Mpok Ipeh, mas Pail (kalau nggak salah)

Kesimpulan hari Senin, 10 Juni 2013 kemarin :
Kami telah menghabiskan waktu kurang lebih dari jam 10.00-18.00 untuk di ‘cut’ ‘cut’, di ‘stop’ ‘stop’, di tegasin kameramen, dikerjain, ngetawain dan diketawain orang, bingung antara orang bercanda dan serius, ada yang izin rapat PH, izin datar, ninggalin proposal AAI, mengenyampingkan buku blok, mengundur pengerjaan essay lomba yang udah out of date, de el el.
Buat? BUAT SYUTING LAPTOP SI UNYIL -____-

Habis itu bingung mau ngapain, saking numpuknya kerjaan yang musti digarap.
Seketika itu yang teringat beberapa kalimat pesan di WA oleh shohib di DS, “Maan najjah, persiapkan yang matang tidak semua orang punya kesempatan kayak gitu fah. Sawurinya ulfah dipilih Allah dari sawuri2 yg lain.. bersyukuuur dgn membuktikan seoptimal mungkin.”
#sabil versi bijak B-) #ups

Happy ending ever after :)

Kesimpulan tambahan :
Jadi artis itu nggak enak (mungkin bagi saya pribadi), banyak waktu luang yang nggak jelas kapannya. Makanya banyak artis yang selalu update sosmed. Tapi masih banyak juga artis yang berprestasi, mungkin karena mereka pandai memanfaatkan waktu buat belajar ulangan di sela syuting.


“Mbak, tayangnya kapan?”
“September mbak..”
“Wah.. lama yak.. :D” dalam hati à udah PIMNAS. Hehe #optimis,husnudzon
“iya mbak, soalnya lagi berhenti tayang. Dan edisi Ramadhan nanti si unyil jalan-jalan ke luar negeri. Ke Mesir, dll..”
“Oh gitu...”
“Nanti tak kabari mbak kalau tayang”
“Biasanya berapa lama mbak?”
“kalau yang ini satu segmen, 7 menit mbak”
“:D :D :D”
Selama 7 jam, bray... :D
#terkontaminasi bahasa si kameramen

Tessa & Yudi : adek cilik yang bantu masak

Mas Wahyu, Kameramen yg detailll bangeettt


SAWURI n Crew
"
"Lighting bray.." :D


11062013
18 : 54 p.m
_disela terkejar deadline essay_

3 komentar:

Yasmin Noor Afifah mengatakan...

wah barakallah kakaaak

Marcellus Yudit mengatakan...

wew masuk tipi :P

Ulfa Fahmidah Qurratu'ain mengatakan...

eh, yudit.. udah tayang dek. selamat ya :D hehe :p

Posting Komentar

Seberkas feedback semoga menjadi amal :)

Quotes

“Ikatlah Ilmu dengan Menuliskannya”
( Pesan Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a.)

Total Pengunjung

Followers

My Account Facebook

Mengenai Saya

Foto saya
Pembelajar Sepanjang Hayat yang telah tunai menyelami program studi Ilmu Keperawatan di Universitas Gadjah Mada. Tertakdirkan semenjak tahun 2010 hingga lulus program profesi Ners 2016. Pasca dibelajarkan dalam mempertanggungjawabkan hidup dan kehidupan sebagai seorang khalifah di madrasah kepemanduan dan organisasi kampus, kini sedang belajar untuk mempertanggungjawabkan hidup dan kehidupan sebagai seorang professional clinical ners di sebuah Rumah Sakit yang berpayung di sebuah Perguruan Tinggi Pemerintahan. Bermimpi menjadi insan pecinta ilmu dari buaian sampai liang lahat, hingga tunduk dan meneduh di keridho'an Al Fatah Ar Rahman Ar Rahim..