"Memilih sikap terbaik untuk hidup setelah kematian"

_faidza ‘azzamta fatawakkal ‘alallah_
Intanshurullaha yanshurkum wayutsabbit
aqdaamakum

"....Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia
akan menolongmu dan meneguhkan
kedudukanmu." (QS Muhammad : 7)

Soal Mimpi...

Malam ini saya terinjeksi (secara tidak segaja) semangat setelah membaca sebuah situs.

Klik berikut :

Daftar Wisudawan UGM dengan Predikat Cum Laude Periode II TA 2011/2012

Di situ saya menemukan beberapa nama yang saya kenal, ingat, saya kenal, dan belum tentu mereka kenal saya...^^ Subhanalloh...
Ya Rabb... sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui di dalam hati kecil ini sungguh sangat memimpikan, suatu saat nanti... Dalam "Daftar Wisudawan UGM dengan Predikat Cum Laude Periode TA 2013/2014" terdapat nama dan NIM hamba... :')

Yah, meskipun saya sangat mengetahui banyak point kelemahan dalam diri saya. Bismillah, InsyaAlloh berbenah lebih menimbulkan perbaikan daripada sekedar berpikir dan melamun soal mimpi...
Berbicara soal mimpi, memang saya akan tetap bermimpi, walaupun saya sangaaattt tahu saya banyak kurangnya, tidak banyak lebihnya apalagi yang dibanggakan... Sangat jauh dari sosok mereka yang memang sudah luar biasa. (Banyak tokoh luar biasa yang saya kagumi)

"Yah, yang merasuki dan menghiasi pikiran saya saat ini adalah, saya ingin menjadi Mahasiswa Berprestasi dan IPK Cum Laude saat wisuda nanti. Yang sudah tertuliskan juga adalah saya ingin mempersembahkan kursi terdepan untuk orang tua saya saat wisuda, dijajaran orang-orang yang anaknya berprestasi. Karena setahu saya, mahasiswa yang berprestasi (dalam bidang apa pun) ketika wisuda maka orang tuanya akan dipersilakan duduk di barisan depan (benarkah? saya belum crosscheck)..."

Mungkin orang sekitar saya akan tertawa melihat keadaan saya sekarang dengan bejibun mimpi yang saya canangkan. Biarlah, karena bukan karena mereka saya menulis, bukan karena mereka saya bermimpi, tapi karena Alloh... Karena saya sangat yakin se yakin yakinnya, bahwa hanya Alloh yang menentukan takdir baik saya, jadi tugas saya hanya berikhtiar semaksimal mungkin karena Alloh. Dan Alloh pula lah yang akan menentukan bagaimana takdir yang InsyaAlloh, eh maksud saya, yakin takdir baik saya ke depannya... ;)

Toh, Alloh tidak melarang kalau kita mempunyai rencana di hari esok. Bahkan Alloh sangat menyukai hambanya yang senantiasa berprasangka baik pada-Nya... Bukannya kita bermimpi itu juga salah satu ikhtiar untuk menjemput takdir yang baik dan sekaligus percaya pada Alloh bahwa Ia akan memberikan jalan kepada hamba-Nya yang mau sungguh-sungguh berikhtiar?

Kalau pun nanti belum sesuai yang ditargetkan, mungkin saja ada hal luar biasa di baliknya. Kemungkinannya ada dua :
1. Kurang ikhtiar dan do'a
2. Alloh menggantikan dengan hal yang lebih baik dan jauh lebih baik dari apa yang awalnya kita ketahui lebih baik. (maksudnya ternyata ada yang lebih baik)

Buka lagi yuk mushaf kita tercinta...^^

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah : 216)

Subhanalloh, betapa islam sangatlah indah, rahmatan lil'alamin... Janji Alloh adalah pasti dan apa lagi yang kita ragukan untuk berpijak dalam koridor-koridor-Nya dalam setiap kehidupan?

:::::::SANGAT BANGGA DAN SANGAT BERSYUKUR MENGENAL ISLAM:::::::
::::::::::::::::::RABB, TETAPKAN KAMI DI JALAN-MU::::::::::::::::::::

Sabtu, 5 Februari 2012
@Rumah Cahaya, Kamar Yunus JT 2
01:20 A.M
#Dengan semangat Karena Alloh^^

Ketika Galau terhadap Pencapaian


"Terkadang kita lupa tentang tugas kita. Yaitu ikhtiar seoptimal mungkin, bukan untuk berhasil... Tentunya diperkuat dengan do'a. Karena hanya Alloh Yang Maha Tahu yang terbaik bagi kita.. :)"


  • Semangat Al-Kahfi, semangat untuk tetap ikhtiar, meskipun belum tahu Alloh menakdirkan waktu khatam dan lancar.
  • Semangat melawan segala godaan di tengah, semangat untuk fokus dan Bismillah...^^
  • Semangat mencapai target liburan yang InsyaAlloh manfaat, semangatttt melawan kemalasan... Hus hussss... :D

Ingin Seperti Mereka


Mengingat orang yang dekat dengan Al Qur'an, sangat berbeda ya Alloh... Betapa setiap detik waktunya Engkau jaga dari hal yang sia-sia, betapa setiap indra nya Engkau jaga dari maksiat, setiap hatinya Engkau jaga dari segala hal yang mampu merusak amal... Rabb... sesungguhnya Engkau Maha Tahu, kuatkan setiap kelemahan hati kami... :')

Bukan Menjadi Mariana Ulfa Selama 6 Jam

Pukul 06.00-12.00 WIB, waktu 6 jam yang rasanya berjalan sangat lambat. Setiap 15 menit, bahkan kurang dari itu, sesekali saya melihat jam tangan...
Huuufff... kok masih 3 jam lagi ya?
Kok masih 1 setengah jam lagi ya?
Kok masih...
kok masih....???
Fiiiuuuh... semoga cepat berakhir....
Saya ingin segera cuci muka, membilasnya pake sabun hingga bersih... Risih memakai pakaian ini, apalagi make up ini, sandal yang membuatku lebih tinggi beberapa centimeter ini... Dan ironisnya, ya Alloh... orang yang lalu lalang tadi pagi !
Rasanya ingin mengusir jauh-jauh..
"Heeiii... Ngerti nggak sih? Sembarangan masuk aja, pergi dong... Jauh-jauh sana ! Nggak ngerti orang nggak sukaaa???"

Yaa... hati saya ingiiin sekali berteriak seperti itu kawan... Tapi ternyata saya terlalu lemah dan hanya bisa meremas-remas tangan tanda ngedumel.

Bukan saya, ini bukan saya... Ya Alloh... Ya Alloh... Saya tidak suka didandanin !
Apalagi yang kayak gini...

Sungguh, menjadi penunggu buku tamu menjadikan saya bukan menjadi diri saya, Mariana Ulfa, selama 6 jam !
#Saya merasa lebih cantik dandan sendiri daripada didandanin...#
Saya nggak perlu bulu mata, eyeshadow, merah-merah apaan tuh namanya, kebaya dan jarik yang bikin sesak napas itu, dan nggak perlu merah-merahan di bibir....
Bikin ngantuk tapi dipaksa ikhlas senyum... Masya Alloh...
Bagi saya, cantik itu bukan itu... bukan itu namanya cantik. Saya punya definisi cantik sendiri..!
Okelah, cukup sekali InsyaAlloh...

Ini oleh-olehnya :
#Tetep aja cari kesempatan koleksi


Dapat segini dari hasil meloby mbak catering.hehe

Si Putihnya anggun...^^

Coba deh lihat, si kuning malu-malu...^^

Saya suka bunga, dan suka capture segala sisi bunga... Coba deh amatin, dari manapu, dari sisi manapun bunga, tetep aja cantik, seger, anggun, imut, sholihah (maksudnya?) pokoknya subhanalloh deh.. :)

Nah, tahukah kawan? Wanita itu seperti bunga di atas bukan?
Seperti si putih yang dengan keanggungannya, meskipun ia tersembunyi (sebenarnya dia tidak terlalu terlihat dalam rangkaian susunannya) tapi ternyata, kalau kita dekatin... Subhanalloh... cantiiiik...^^
Seperti si kuning... yang meskipun ia tertutup daun (malu, jadinya sembunyi), eh ternyata setelah kita tilik dari sisi yang lain... Ya Alloh, betapa Engkau menampakkan ke elokan pada makhluk-makhluk-Mu yang membuat kita tak henti mengungkapkan kekaguman...
Aih, si kuning itu mempesona...^^
Nah... Wanita itu terlalu elok untuk dipertontonkan di khalayak umum. Pancarannya begitu mempesona... Biarkan saja ia bersemi keanggunannya untuk orang yang memang benar-benar terpercaya untuk menjaganya. :)
kecuali memang untuk hal yang memang mengharuskan untuk tampil di depan umum, asalkan tidak timbul fitnah. Seperti, presentasi, mengemukakan pendapat yang positif, dan hal bermanfaat lainnya. Ingat ! Bukan untuk pamer keindahan ! Heiii... percayalah kawan, tanpa kamu tunjukkan, semua orang sudah menyadari fitroh keindahan yang kita miliki...^^

Karena definisi cantik itu...
"Bukan cantik yang dengannya akan mendorong orang lain berbuat maksiat, namun
Ia cantik, karena dengan kecantikannya ia mampu mengingatkan orang lain kepada Alloh Subhanahu Wata'ala...."

Sudahkah kita seperti itu kawan? ^^
InsyaAlloh berproses ya... Semangat Syurga ! :)

Mau Syurga Nggak???

Repost : Note di FB

Kita tak akan pernah tahu apa yang orang lain dapatkan dari keikhlasan amal yang kita ikhtiarkan untuk orang lain. Meskipun kecil.. :)

Subhanalloh, pagi ini tadi ada kejadian simple yang insyaAlloh hikmahnya besar.
Kuliah ba'da subuh dengan Abi Syatori, Al Imamah (Menjadi Imam dalam Kehidupan) sangat mengena. Semoga Alloh memberikan kesempatan saya untuk menuliskannya di lain waktu. Aamiin

Rasa kantuk yang tak terelakkan ternyata sempat membumbuhi di awal perkuliahan. Padahal saya sudah berusaha berdiri sebentar, bergerak-gerak, tetap mencatat, dan ikhtiar kecil lainnya. Masya Alloh, ngantuk memang anugerah, bukan aib, tapi disaat hadir dalam keadaan yang mengharuskan menunaikan ibadah wajib (menuntut ilmu) yang prioritas memang harus di lawan.
Eh, tapi tetap saja mata lama-lama sayu. Lama-lama menunduk, dan... tangan perlahan berhenti menulis yang sebelumnya diiringi goresan font tulisan berseni yang berliuk-liuk untuk kemudian terhenti dengan garis yang semakin tipis..
Pikiran yang semula tertuntun dengan apa perkataan abi, lama-lama hanya mendengar samar-samar, lalu tertutup di alam bawah sadar...
Yah, sempat ketiduran..

Kebiasaan kami ketika ada yang ngantuk saat kuliah adalah, berusaha menyentuh dengan kasih sayang supaya saudara kami terbangun dan kemudian kembali menyerap ilmu berharga. Karena kami di sini bersama, menjadi sosok pembelajar bersama, dan menjadi pandai dalam ilmu dan amal yang sama. Meskipun keberhasilannya belum bisa terprediksi. Entah beliau nanti kembali sayu, atau kembali berkonsentrasi dan kembali mencatat dalam dokumentasi perkuliahan miliknya. Tergantung bagaimana cara membangunkan, motivasi, toleransi tubuh, dan lingkungan yang mendukung (hehe).

Termasuk juga saya. Ternyata juga beberapa kali terjangkit VKSS (Virus Kantuk Setelah Subuh). Entahlah, bisa dibilang beberapa kali atau sering. Hehe
Nah, dahsyatnya (subhanalloh) ketika saya biasanya dibangunkan dengan sentuhan biasa pada umumnya, tapi hal yang menarik dan membuat mata saya langsung terbuka adalah cara membangunkan saya oleh orang di samping saya. Apa kawan dia bilang?
Saat saya mulai menundukkan kepala tanda sayu. Lalu sentuhan di tangan dengan pertanyaan retoris yang pelan namun tegas ia lontarkan, "Hei, mau syurga nggak??"
Subhanalloh, langsung terbuka mata saya, dan refleks langsung menatap dia, Tia teman sekamarku. "Hm? Iya.. Mau.." langsung tangan saya menyentuh bolpoin dan menggoreskannya di atas buku di depan saya..

Setelah kejadian ini saya berpikir, subhanalloh.. Ketika manusia diingatkan tentang syurga, betapa kecilnya ikhtiar kita saat ini. Padahal syurga itu bukan untuk orang yang terkantuk-kantuk saat menjalankan amalan, bukan untuk orang yang setengah-setengah dalam berikhtiar. Ya Alloh, hamba bersyukur dalam komunitas yang senantiasa fastabiqul khoirot.. Pertemukan kami fil jannah.. Aamiin ya Robb.. :)

Quotes

“Ikatlah Ilmu dengan Menuliskannya”
( Pesan Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a.)

Total Pengunjung

Followers

My Account Facebook

Mengenai Saya

Foto saya
Pembelajar Sepanjang Hayat yang telah tunai menyelami program studi Ilmu Keperawatan di Universitas Gadjah Mada. Tertakdirkan semenjak tahun 2010 hingga lulus program profesi Ners 2016. Pasca dibelajarkan dalam mempertanggungjawabkan hidup dan kehidupan sebagai seorang khalifah di madrasah kepemanduan dan organisasi kampus, kini sedang belajar untuk mempertanggungjawabkan hidup dan kehidupan sebagai seorang professional clinical ners di sebuah Rumah Sakit yang berpayung di sebuah Perguruan Tinggi Pemerintahan. Bermimpi menjadi insan pecinta ilmu dari buaian sampai liang lahat, hingga tunduk dan meneduh di keridho'an Al Fatah Ar Rahman Ar Rahim..