"Memilih sikap terbaik untuk hidup setelah kematian"
_faidza ‘azzamta fatawakkal ‘alallah_Intanshurullaha yanshurkum wayutsabbit
aqdaamakum
"....Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia
akan menolongmu dan meneguhkan
kedudukanmu." (QS Muhammad : 7)
Episode Epridai is Sandai
23.05 | Label : hikmah, Sepenggal Kisah | 0 Comments
Dapat Penawar Futur
Reference :
https://rumaysho.com/265-tetap-semangat-dalam-hal-yang-bermanfaat.html
23.51 | Label : Curhat, hikmah, inspiring, Mata Cahaya, Ners Muda, Proud of Islam, Share |
Rabu Mubarak
23.30 | Label : Berbagi, Curhat, hikmah | 0 Comments
a Little Encouragement
Bismillah.. percakapan tadi masih terasa.
Saat ini saya di Perpus, kembali ingin meneteskan embun-embun ikhtiar yang semoga berkah untuk pengakhiran studi saya di S1. Bachelor Degree, that i hope will recorded inspiring story later.
F : Fulanah
U : Ulfa
-------
F : Heiii Ulfaaa... :’) Gimana ini.. lama nggak ketemu..
Sembari kami bersalaman, as usual.
(Ya, memang intensitas mahasiswa tingkat akhir untuk bertemu semakin tereduksi dengan kesibukan mengurus ‘percintaan’ masing-masing, meskipun beberapa teman dan adik kelas ada yang melabuhkan cinta beneran #apasihsungguhnggakpenting)
U : :) iya fulanah...
Kemudian singkat cerita kami berbincang soal probabilitas bisa wisuda Agustus.
Konon katanya di Nursing Science Program ini masih dengan rumor bahwa tidak ada yang diikutkan bulan November, so, if u still not finished yet u must follow the next section graduation ceremony in February the next year.
F : Gimana yaa? Bisa nggak ya kira-kira? :’)
U : Bisa, bisa Insyaa Allah.. Kita ikhtiar aja terus, pertolongan Allah ada di puncak ikhtiar kita :)
F : iya ya, insyaa Allah bisa lah ya, nanti sambil KKN ngerjain pembahasan.
U : Iya iya fulanah :’D
Saudariku Fulanah, actually what u say i’v been thinking in previous day. I also still don’t know why i’m too optimistic. Maybe i including some people who have optimistic-isme or closer with husnudzon-isme :D
But, if i may tell to u, it will give encouragement for me :)
We still have Allah. Allah. Allah. We always say that, “Allah Tuhan Semesta Alam.”
Yep, semesta saja dikuasai oleh Allah. Apalagi skripsi yang notabene hanya sebagian kecil dari potongan hidup kita. Mudah saja bagi Allah untuk dijadikan. Believe it, sister ^^
---Allah, sesungguhnya ini merupakan bentuk kami hanya sanggup bergantung penuh pada-Mu atas segala hal yang menjadi urusan kami. ---
Singkat alam pikir ini mengejawantahkan sebuah pemahaman yang saat akhir-akhir ini terngiang.
“Wa maa yattaqillaha yaj’allau makhraja”
“wamanyatawakkal ‘alallahi fahuwa hasbuh”
Dan masih banyak lagi janji-janji Allah untuk orang yang bertaqwa. We can see that at surah at Taalaq (65) especially in the end of ayat or others surah. Banyak lagi kemurahan Allah untuk orang mu’min that we can learn from Surah Al-Mu’minun.
Sometime we just need enrich our taqwa and iman quality to do all of our duty and responsibility in life. So that Allah will give full of Ridho, so that our life will like a flying and very easy to live.
17 : 21 WIB
03/06/2014
Bismillah ikhtiar tanpa jeda. Hope will be barokah ever after :)
17.20 | Label : Berbagi, Curhat, hikmah | 0 Comments
Bersyukur
Astaghfirullah.. belakangan sempet terbersit di benak saya serpihan rasa 'aneh' tak diundang.
Tapi alhamdulillah, pagi ini juga saya bisa bilang ke Umi saat ditanya di sebuah forum kecil.
"Ammah, apa yang akan diucapkan di pagi ini?" tanya Umi dengan penuh semangat haru
"Syukur Umi :) "
"Nah.. syukur kenapa? :) Silakan jelaskan.."
Dengan penuh berat hati dan rasa malu akhirnya harus tertuang juga dari lisan.
"(dengan prolog kecil).. Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk di DS Mi, meskipun dalam keadaan menjurus ke futur sekecil apapun, setidaknya akan lekas kembali, karena berada dalam lingkungan temen-temen yang sama-sama berjuang untuk menjadi pribadi yang lebih baik setiap waktunya :)"
#Redaksi tidak sama persis karena lupa.
Mungkin kalau nggak di sini, masih tersisip celah waktu untuk tersia-siakan.
Manusia memang butuh partner sob, nggak bakal bisa hidup sendiri.
Seminimalnya kita, setidaknya jangan terus merasa nyaman saat ada sinyal 'nyaman' dalam kesendirian.
Karena bagaimanapun juga, yang namanya atmosfir akan terus mewarnai dan menjadi faktor kuat untuk kita sama-sama merasakan nuansanya.
Karena bagaimanapun juga, yang namanya hidup berjamaah akan membuat kita semakin produktif. Setidaknya akal kita akan terus terpantik untuk menelisik wacana baru di sekitar kita, yang nggak mungkin sanggup kita dapatkan semua di sisa-sisa waktu sedikit yang dipunya
Atau setidaknya pula, hati kita bakalan selalu peka, memekakan diri tepatnya, supaya terus bersabar, tekun dan ikhlas memanajemen hati dan memunculkan serpihan hikmah.
Karena mau nggak mau yang namanya hablum minannas akan menjadi urusan yang tidak lebih mudah dari sebatas hubungan dengan tugas, mesin, alat praktikum, ataupun skripsi #haha.
Karena manusia punya fitrah rasa yang berbeda, baik dari tingkat kelembutan, ketegasan, warna sikap dan perilaku, sensitifitas dan spesifisitas #eh, maupun background keluarga yang unik hingga sangat berpengaruh pada setiap karakter.
Ah, tapi itu semua maniiisss... bahkan manisnya tak sanggup terurai goresan tinta dengan makna yang seimbang dengan rasa.
Ah sudahlah, perjalanan masih pangjang. Sepelik apapun prahara, niscaya perlahan akan menjadi anugerah, hadapi saja tantangannya, sambut harinya dengan suka cita, toh setelah kesulitan rumusnya pasti kemudahan kan, mantepin ibadah dan do'a, cukuplah Allah saja jadi tumpuan harapan.
Nah, kutipan di akhir sebenarnya mixed from 3 nasheed lyrics :D
Daripada temen-temen turut berkontribusi naikin rating lagu-lagu sunyi senyap missing meaning, silakan aja cicip 3 top nasheed most played di WMP saya. Tapi ini the second choise after murottal yea :)
Anyway #hehe, don't overplay, just within measure, in order that we still have time to listening or reading Al Qur'an anymore ^^
1st : Meraih Sukses (Asy Syifa Nasyid Acapella)
2nd : Prahara Jadi Anugerah ( Shoutul Harokah)
3th : Hadapilah (Shoutul Harokah)
16.31 | Label : hikmah | 0 Comments
IP, IPK, Prestasi
Menurut saya IP itu akumulasi nilai #yaEmang
Tapi akumulasi berapa nilai investasi Al-Qur'an dan perjuangan untuk agama Allah untuk semester yang bersangkutan.
Sedangkan IPK itu akumulasi IP #tentu
Tentu saja akumulasi amal dakwah dan waktu spesial kita untuk mengaji dan mengkaji kalamullah selama bilangan semeser terlampaui.
dan prestasi itu bonus semata di sela prosesnya :)
Substansinya adalah, beramal yang Allah ridhoi saja. Yang membuat Ia semakin sayang dengan kita ^^
14 : 53 p.m
02022014
14.56 | Label : dakwah, hikmah, muhasabah, spontan pikir | 0 Comments
Spontanitas insan Sholihah
23.10 | Label : DS, hikmah, Mata Cahaya, muhasabah, refleksi diri | 0 Comments
Refleksi Hidup dari Si Abang Siomay
Gerobak seberang perlahan mulai surut secara kuantitas. Sudah mulai di ajak mengais rizki oleh tuannya. Si abang ternyata siaga selepas dhuhur. Kisaran lepas pukul dua belas siang, sudah rapih dengan pakaiannya untuk berkeliling luasan sinduadi, entah pogung lor, pogung baru, slokan mataram, atau yang lainnya. Tapi usik siapannya sedari pagi, terlihat samar dari balkon. Geraknya khusyu, sesekali berkomunikasi dengan rekan kerjanya. Sedangkan saya mencari posisi terstrategis untuk tetap menikmati slide materi tanpa gelisah terlihat insan lain dengan tidak menenangkan -hehe-.
Inilah hidup, segala hal memang penuh titian ikhtiar. Sekecil apapun. Dan pasti si abang tadi harus berjuang dengan banyak cabang, mentalitas, laba-rugi tiap harinya, belum lagi panas dan hujan. Pernah terbayangkan? Jika saja ia tersanding takdirnya dengan se usianya yang sekarang menikmati bangku kantor kemegahan. Gaji besar. Hidup mewah. Begelimang harta. Atau minimal wirausahawan muda. Sedangkan saat itu menguatkan diri untuk mengenalkan diri sebagai pedagang siomay kaki lima? Mungkin kita baru terkadang menyadari kemuliaannya. 'Yang penting halal', begitu mungkin ketika mengungkap niatannya. Atau 'daripada ngamen di jalan'.. Masyaa Allah, pasti ia terpatri untuk menjaga izzah diri dan keluarganya.
Kamu siapa kawan?
Mahasiswa?
Berapa minta duit dalam sebulan?
Habis untuk apa?
Ada beasiswa?
Apa?
Parent foundation?
Berapa tetangga kos atau kontrakan yang telah kena dampak ilmu melangit yang kamu pelajari siang dan malam itu?
Atau jangan-jangan waktu luang saja dicukupkan untuk mengkhatamkan taman rekreasi, kuliner, atau menjamah tempat bermanjakan diri?
tertunduk merenunglah..
Ah, saya pun sama saja baru di ranah kampus, atau mungkin hidup pun masih dalam homogenitas yang terlalu sering. Terlalu nyaman. Telah banyak kaca bertebaran, tapi manusia jarang mau memakainya sembari lama menyapa siapa yang tergambar. Kaca kehidupan, yang dalam realitanya terlukis saksi hidup kerasnya hidup dan kehidupan. Tapi nampaknya baru sedikit yang terus tergerak, bahwa mentalitas juang harus terasah. Bak jemari yang kebal 'mengapal' karena terus tergores dengan senar gitar. Hingga masih ada saja yang tergelepak sendu dengan kemalasan.
Semoga jiwa-jiwa kita terkuatkan oleh-Nya. Berjihad besar dengan diri untuk melompat ke urusan umat dan kembali ke masyarakat dengan sejuta manfaat.
Kemudian mendongkrak kemajuan sampai sejahteralah bahtera rukun tetangga sekitar kita. Minimal. Sampai kelak untuk negeri kita tercinta.
12 : 58 p.m
Teduh balkon bersanding kamboja
-emergency learning-
13.05 | Label : hikmah | 0 Comments
Kehidupan Sesungguhnya
"Inilah kehidupan sesungguhnya fa :)"
Iya, na.. kampus terlalu nyaman dengan homogenitas pemikiran cendekiawan. Menjadi sebuah jihad tersendiri untuk menyampaikan sikap, perkataan, pesan dan sebuah ide dalam masyarakat.
Allah... thanksgiving over Ur admonition tonight :")
_Permata 14_
23 : 39 p.m
23.40 | Label : hikmah, refleksi diri, Terima Kasih | 0 Comments
Institutional Parenting
dulu ketika di MSC (Medical Science Club FK UGM), adek saya cukup 6 dan sungguh relatif sama. (sama-sama baiknya, sama-sama kompaknya, sama-sama alimnya, sama-sama jurusannya, sama-sama kompetensinya dikerahkan, dan mungkin hanya sedikit perbedaan).
![]() |
| Pasca 1st Meeting with 2012 |
![]() |
| Blue Print Media GC 2013 |
Semoga dikuatkan... :)
01.22 | Label : Berbagi, GC, hikmah, ukhuwah | 0 Comments
Tsunami Caring di Salto Absurd dan Ajang Kontemplasi
Lukisan kecantikan yang tergores pagi itu pula...
Oh Allah... :')
Saya sempat berdo'a sebelum tidur di motor. Mungkin sebagian orang berkata bahwa ini konyol. Tapi ilmu ini saya dapat dari sebuah dauroh.
Kesimpulan praktis yang bermakna saya resume dari nasihat seorang trainer, "Ketika bepergian dengan kendaraan, bacalah do'a bepergian dan do'a mau tidur. Karena jika kita nanti ngantuk di jalan, kemudian Allah berkehendak mencabut nyawa kita saat itu, entah dengan kecelakaan atau hal yang tidak kita sadari, setidaknya kita meninggal dalam keadaan baik, husnul khatimah...""Mbak adin, aku sempat baca do'a mau tidur di jalan tadi sepertinya... :') Ilmu waktu dauroh.."
":)"
"Qadarullah..."
Jika qadarullah saya memang harus kecelakaan saat itu, menidurkan adalah cara termanis yang Allah ulurkan agar saya cukup merasakan layaknya jatuh dari kasur. Betapa nikmatnya :)
Pantas saja seorang dengan ringan tersenyum saat ajal menyapa, padahal sakitnya tergambar begitu menggetarkan. Pasti hati, raga dan fikriyahnya sangat banyak tersayat demi kecintaan-Nya. Sedangkan merasakan terseok di jalan saat tak sadar, dan dalam keaadaan masih ada wudhu saja seperti tersiram kesegaran dari kemurahan-Nya. Selalu ada rasa untuk sedekah ringan yang merekah, senyum penuh menelisik segala hikmah kehidupan.
Setelah perawat datang, seperti pada umumnya -yang juga kami praktekkan-, menikmati cek nadi, tekanan darah, pernafasan, dan alhamdulillah normal. Kalau dilihat masih sedikit takikardi mungkin. Dilanjutkan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter dan penanganan luka oleh suster yang lain.
10.53 | Label : Berbagi, hikmah, muhasabah, PSIK, Terima Kasih, ukhuwah | 0 Comments
- Akselerasi Punya Cerita
- amanah
- Anugerah
- Berbagi
- Biah Sholihah
- cerita cinta
- cinta
- Curhat
- dakwah
- dreams
- DS
- Dunia Akselku
- GC
- hikmah
- inspiring
- keluarga
- Mata Cahaya
- MSC
- muhasabah
- muslimah
- Ners Muda
- Proud of Islam
- PSIK
- QA
- quotes
- refleksi diri
- Romance
- Sepenggal Kisah
- Share
- spontan pikir
- Syair
- syukur
- Terima Kasih
- ukhuwah
Catatanku Hari Ini
-
▼
2018
(1)
- ▼ April 2018 (1)
-
►
2016
(10)
- ► Oktober 2016 (2)
- ► Februari 2016 (4)
- ► Januari 2016 (3)
-
►
2015
(11)
- ► Desember 2015 (7)
- ► November 2015 (1)
- ► September 2015 (2)
- ► Januari 2015 (1)
-
►
2014
(38)
- ► Desember 2014 (1)
- ► November 2014 (3)
- ► Oktober 2014 (2)
- ► September 2014 (3)
- ► Agustus 2014 (2)
- ► April 2014 (1)
- ► Maret 2014 (2)
- ► Februari 2014 (12)
- ► Januari 2014 (6)
-
►
2013
(56)
- ► Desember 2013 (3)
- ► November 2013 (2)
- ► Oktober 2013 (4)
- ► September 2013 (2)
- ► April 2013 (9)
- ► Maret 2013 (10)
- ► Februari 2013 (11)
-
►
2012
(28)
- ► Desember 2012 (2)
- ► November 2012 (3)
- ► September 2012 (3)
- ► Agustus 2012 (5)
- ► April 2012 (3)
- ► Maret 2012 (1)
- ► Februari 2012 (4)
- ► Januari 2012 (6)
-
►
2011
(4)
- ► September 2011 (1)
- ► Maret 2011 (2)
-
►
2010
(2)
- ► September 2010 (1)
- ► Februari 2010 (1)
-
►
2009
(10)
- ► Desember 2009 (1)
- ► Oktober 2009 (4)
- ► September 2009 (5)
Quotes
“Ikatlah Ilmu dengan Menuliskannya”
( Pesan Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a.)
Total Pengunjung
Followers
My Account Facebook
Mengenai Saya
- Mariana Ulfa
- Pembelajar Sepanjang Hayat yang telah tunai menyelami program studi Ilmu Keperawatan di Universitas Gadjah Mada. Tertakdirkan semenjak tahun 2010 hingga lulus program profesi Ners 2016. Pasca dibelajarkan dalam mempertanggungjawabkan hidup dan kehidupan sebagai seorang khalifah di madrasah kepemanduan dan organisasi kampus, kini sedang belajar untuk mempertanggungjawabkan hidup dan kehidupan sebagai seorang professional clinical ners di sebuah Rumah Sakit yang berpayung di sebuah Perguruan Tinggi Pemerintahan. Bermimpi menjadi insan pecinta ilmu dari buaian sampai liang lahat, hingga tunduk dan meneduh di keridho'an Al Fatah Ar Rahman Ar Rahim..


