"Memilih sikap terbaik untuk hidup setelah kematian"
_faidza ‘azzamta fatawakkal ‘alallah_Intanshurullaha yanshurkum wayutsabbit
aqdaamakum
"....Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia
akan menolongmu dan meneguhkan
kedudukanmu." (QS Muhammad : 7)
Rizki
19.59 | Label : refleksi diri, spontan pikir | 0 Comments
Cinta dan Alasan
Aku yakin, karena cinta selalu butuh alasan.
01.08 | Label : cinta, Mata Cahaya, spontan pikir |
Cinta itu Fluktuatif
Bismillah..
Alhamdulillah jika cinta itu fluktuatif,
Karena sebanding dengan istiqomah yang jelas berpahala secara kualitatif.
Alhamdulillah :)
9:21 p.m
30122015
21.21 | Label : cinta, Mata Cahaya, spontan pikir |
Suara Kecil Praktikan Junior
21.32 | Label : Berbagi, Mata Cahaya, Sepenggal Kisah, spontan pikir |
Preambule implisit
"Teh tawar hangat, Ayah.. Lumayan lagi hujan."
Ia masih tampak serius membaca buku bekal mengisi pengajian esok hari, dengan kaca mata dan jarak pandang yang lebih dekat dari normal.
"Ayah.. Diantara 5 syarat yang menjadikan terbuka lebarnya pintu syurga bagi wanita dari pintu manapun, ternyata 3 diantaranya belum sanggup aku raih ya, Yah?"
18.01 | Label : spontan pikir |
Tafaqquh Fiddin
Masyaa Allah. Sedang spontan-spontan terbersit.
Kadang sepintas gemuruh untuk tafaqquh fiddin mengalami ekskalasi.
Melihat, merasakan, merasuklah perlahan kegigihan imam syafi'i, perjuangan imam ahmad, dan kewibawaan ilmu dari seorang imam maliki. Baru sebatas itu, dari yang hidup ribuan tahun setelah beliau.
Masyaa Allah. Sedang spontan-spontan terbersit.
Kadang gemuruh untuk tafaqquh fiddin mengalami ekskalasi.
Saat Allah merahmati, menyelami ilmu fiqh. meskipun masih mubtadiin.
Sedih. banyak nuansa ibadah yang masih kosong. Banyak amalan yang masih meraba ilmunya. Saat sadar ikhtiar ketidaktahuan di masa lampau tak terimbangi dengan gigihnya mencari dan mencari, hingga mantap terus terpatri.
tafaqquh fiddin terus berekskalasi, saat ruh ekspansi di luar diri melambai dan meninggi.
Di luar sana, terus berkembang, menumbuh ke negeri seberang.
Tapi aku tak ingin, sungguh, tidak ya Rabb. Sebelum Engkau mengizinkan, aku sanggup memikulnya, aku kuat mengembannya, sarat keberkahan dan manfaat.
Semoga tafaqquh fiddin terus berekskalasi, agar bersemayam rasa-rasa bodohnya diri.
Agar aku ya Rabb, semakin dekat dengan-Mu untuk memohon. Agar aku ya Rabb, semakin rindu mendekati-Mu.
Inspired by QS At Taubah : 122
17112014
16:26
Kembali menyelami Hasil dan Pembahasan
Bismillah, berkah :)
![]() |
| Buku Biografi 4 Imam Mazhab from here |
![]() |
| Kitab Fiqih Kehidupan from here |
16.26 | Label : Curhat, Mata Cahaya, spontan pikir | 0 Comments
SIMPLE HAPPINESS
Happy august, 1st 2014 mujahidah :)
13.35 | Label : spontan pikir | 0 Comments
Character on Feeling
22 : 32 p.m
23.32 | Label : Share, spontan pikir | 0 Comments
#inspiring
tertarik dengan salah satu skripsi kakak tingkat.
terkadang sebuah karya itu menunjukkan karakter pula.
singkat, padat, jelas, tidak bertele-tele.
51 pages is enough, but excellent.
inspiring :)
17.03 | Label : inspiring, spontan pikir | 0 Comments
Jenjang Selanjutnya
/??&%@???
"Insyaa Allah akan menjajaki tingkatan maratibul amal yang selanjutnya..."
Terhitung undangan walimahan di bulan februari ini sekitar 4 orang sampai belum habis bulan, sekitar sampai pertengahan bulan. Itupun yang dikenal dekat, belum lagi yang saya tidak terlalu mengenalnya.
Om sama bulek di rumah sedang lumayan riweuh mempersiapkan walimahan sepupu saya.
Kakak dan temen yang mau nikah (pas banget ada saya) meminta beberapa taujih ke umi, sekaligus memberikan undangan kepada beliau dan kami.
Lagi-lagi, (pastinya) tetesan air mata dari beliau-beliau ini. Yang saya rasa banyak hal yang bercampur.
Babe sempat mengisyaratkan tentang akad nikah itu nanti yang sederhana saja. (ini sekilas lalu saja, #lupakan)
Belakangan ini jadi tahu entah dari mana beberapa history takdir jodohnya beberapa pasangan. #KanJadiMikir
Beberapa kali tausiyah dari umi jadi sebagian besar mengarah 'kesana', bahkan wejangan untuk calon mempelai disekaliankan untuk kami -.-
Selepas liqo pekan ini, bahasannya itu lagi.
Silaturrahim ke Umi Nunung sore tadi penawarnya, bahasannya (lagi-lagi) tentang pra nikah. #tapiSerius
Masyaa Allah...
hingga klimaksnya muncul, "hentikan pembicaraan tentang itu !"
:D haha, ternyata saat ini saya sedang berkelit dengan 'pengayaan' salah satu materi ini. Setelah itu agaknya sedikit
sudahlah, lupakan pengantar saya yang panjang.
yang jelas, saya teringat dengan sebuah wejangan dari teman, barusan tadi sore.
"Ujian keimanan seseorang itu setara dengan semakin beralihnya tingkatan amanahnya."
mau jadi mahasiswa, jadi guru, jadi dokter, perawat, jadi tukang sapu, jadi kakak, jadi adek, jadi istri pejabat, jadi istri ustadz, jadi santri, jadi pemandu, jadi komikus, jadi penulis, seniman, politikus, de el el yang banyak tak terhitung nan tersebut satu-satu itu tetep profesi kita bakalan jadi da'i. Dalam kondisi apapun, tentunya amanah utama untuk berdakwah kita harap nggak akan pernah lepas dari ruh-ruh terdalam kita kan.
Berjuang di ranah dakwah manapun semoga bernilai jihad. Dimanapun, dengan cara masing-masing.
Lalu hubungannya sama yang di atas?
ya gw cuma sempet terlintas aja, sepertinya kesiapan buat menempuh status baru itu sebanding dengan jiddiyah kita menjemputnya dengan amalan sholih. Sama halnya dengan amanah, yang kita sendiri pun nggak pernah sadar sebelumnya (biasanya) semenjak kapan diri kita dirasa pantas oleh orang lain hingga tiba-tiba menumpukkannya di bahu yang rapuh dan lemah milik kita.
tapi memang itu cara Allah, cara Allah mengukur dan melimpahkan sayang untuk menjadikan kualitas kita lebih baik ke depannya.
So, mau melangkah sejauh apapun, yang penting jangan sampe gagal fokus bahwa tujuan utama selalu bermuara pada kebaikan dakwah untuk amar ma'ruf nahi munkar. Tentu saja tahapnya harus kita lalui dulu yang dimulai dari mensholihkan diri. Karena mau jadi apapun kita, tetap profesi utama adalah da'i. nahnu du'at qabla kulli syai'.
Saya hanya yakin, setiap apapun yang kita lampaui di depan mata, tak terlepas dari kesiapan dalam setiap perjalanannya. Hingga saatnya kita sendiri pun menjadi tak sadar bahwa ternyata sudah banyak kerikil yang kita singkirkan, banyak pengalaman pahit menjadi bekal, mendapat banyak tabungan pemecahan masalah, dan sampai semua ringan serasa segala hal perlahan tahu konsekuensinya.
Terus saja berlaku baik, bukan untuk sebuah janji, tapi cukup supaya lebih dekat dengan-Nya, Allah lebih ridho atas hidup kita, pilihan-pilihan kita, ikhtiar kita, urusan kita yang memang dirasa banyak, dan berkah hingga akhir hayatnya.
Sampai saatnya, jika takdir terbaik kita masih diamanahkan beramal dengan usia hidup di dunia, Allah mempertemukan dengan yang terus istiqomah bergandengan tangan menjemput kemuliaan di syurga-Nya kelak.
Pesan umi satu, "Jangan terlalu mencintai suami, hingga mengalahkan cinta kepada Allah. Jaga suami dengan terus menjaga kualitas ibadah kita. Sholatnya, dan lain hal.."
Redaksi yang tidak sama persis, mungkin nuansanya belumlah sampai ke ruh saya yang masih bocil.
Tapi semoga Allah terus meringankan kita beramal sholih :)
Aamiin yaa Rabb..
Barakallah untuk mba Yurisa, mba Tari, mba Wiwi, Fatin, semoga Allah menguatkan ikatannya, menegakkan cintanya dan melindungi jalan-jalannya dalam menjemput amalan terbaik setelah amanah agungnya :)
Uhibuki fillah..^^
Terakhir, saya menemukan video ini dan cukup asik untuk ditonton :)
0 : 11 a.m
08022014
picture here
00.31 | Label : Curhat, spontan pikir | 0 Comments
IP, IPK, Prestasi
Menurut saya IP itu akumulasi nilai #yaEmang
Tapi akumulasi berapa nilai investasi Al-Qur'an dan perjuangan untuk agama Allah untuk semester yang bersangkutan.
Sedangkan IPK itu akumulasi IP #tentu
Tentu saja akumulasi amal dakwah dan waktu spesial kita untuk mengaji dan mengkaji kalamullah selama bilangan semeser terlampaui.
dan prestasi itu bonus semata di sela prosesnya :)
Substansinya adalah, beramal yang Allah ridhoi saja. Yang membuat Ia semakin sayang dengan kita ^^
14 : 53 p.m
02022014
14.56 | Label : dakwah, hikmah, muhasabah, spontan pikir | 0 Comments
#Imagination1
Pernah terbayangkan?
Saat liburan, atau saat kuliah penat, sedang tidak rajin (not malas) belajar dan butuh inovasi baru dalam mencintai ilmu?
Padahal tanggungan pemahaman yang belum tuntas masih banyak.
otomatis tak pantas berlama-lama stagnan kan ya.
tiba-tiba terlintas,
ada EduHealth Tourism,
tempatnya di puncak atau daerah pegunungan, asri, dan nyaman.
kita masuk, tiba-tiba disambut dengan fisiologi tubuh manusia yang tergambar lewat dimensi-dimensi alat dan tempat yang kita lalui.
Jalannya berbentuk esofagus, kita masuk ke sebuah pintu, dan ternyata itu katup epiglotis. mau masuk lewat pintu mana?
satunya ke arah wahana permainan udara dan satunya baling-baling makanan #apaini?
saat kita masuk ke masing-masingnya tergambar oleh kita seolah sedang berperan menjadi makanan, atau udara.
kita masuk ke dalam kerongkongan, lalu melewati pintu yang disitu tertera gaster lalu diputer-puter, tapi anehnya ada sensasi diremas di ruangan, dan bergiliran masuk ke pintu selanjutnya. Di depan tertera lajur ke duodenum dan usus halus, disana ada yang berkenalan orangnya kecil, tapi unik dan macem-macem bentuknya, namanya enzim.. haha...
dan seterusnya.. sampai akhirnya tiba-tiba kita keluar dengan disuruh pakai baju jubah berwarna kuning.
aaa.. asik banget wisatanya.
ternyata kita termakan oleh tubuh manekin organ raksasa.
dan tiba-tiba nilai ujian fisiologi anatomi pencernaan bernilai A. haha :D
Berbeda lagi ceritanya saat masuk ke pintu tenggorokan. Ibarat angin, diputer-puter, dituker-tuker di alveolus, lalu beredar bersama si merah yang katanya darah terus masuk ke setiap jaringan di tubuh orang besar.
ahaaa...
#Mimpi #Imajinasi
09.33 | Label : dreams, spontan pikir | 0 Comments
Rindu Berjuang
Sudah lama tidak merasakan perantauan untuk sebuah perjuangan.
Ternyata cukup merindu. Jakarta, Batam.
Tak banyak menyimpannya dalam sebuah sketsa, tapi selalu terbayang abstrak tentang lukisan kekuatan ghiroh yang menutup celah pesimisme, saat itu.
dan insyaa Allah akan terulang lagi, nanti.
biidznillah..
entah seperti keberuntungan di bandung, optimisme di Jakarta atau inspiring learning di Batam.
ternyata nggak banyak, Allah hanya sedang membiarkan kita mengejar kesempatan mengentas kebodohan dalam diri dengan banyak mencari jalan dan peluang pilihan hidup yang lebih baik.
ya, demi dan hanya untuk proses menanamkan semangat kebermanfaatan dan peningkatan tingkat kepekaan.
Semangat berjuang Ulfa :)
08.43 | Label : dreams, spontan pikir | 0 Comments
Ruhiyah Online
Terkadang saya pun terbersit satu dua hal sebelum memutuskan untuk online.
Takut-takut jika ruhiyah belum siap menghadapi gejolak dunia maya.
-berlebihan, tapi seringnya sinkron dengan yang terejawantahkan dengan laku berselancar-
semoga proses kita untuk haritsun 'ala waktihi terus terotomatisasi dalam akhlak :)
23.44 | Label : spontan pikir | 0 Comments
Istirahatku
Apa yang salah dari sistem?
Jika banyak yang rancu, ya kita yang harus beres.
Jika terlalu rumit dan berkelit, ya kita yang sabar.
Segalanya tak bisa di tuntut ideal, makanya bersabarlah.
Apalagi kekeuh idealis, ya nggak bisa. Makanya jangan berlebihan. Noted !
Memang salah kalau diambil alih?
Tidak, hanya saja mungkin lebih sedikit telaten lagi.
Komunikasi, pemahaman, kerja nyata, terus kerjakan, terus kerjakan, terus kerjakan...
terus saja, terus, terus kerjakan, beralih, dan kerjakan lagi...
apapun.. apapun kerjakan itu.. mana yang belum..
nampaknya asal tubruk.
bukan.. bukan seperti itu juga..
itulah kenapa, manusia bukan mesin !
asal pakai saja, sampai usang, sampai kering tak berasap.
Tapi rasa, jiwa, energi yang membuncah jiwa.
Di sini ada pundi, pundi-pundi ruh yang melucutkan gempuran peluru amal.
yah, amal... amal ya Allah... amalan...
tapi sudahkah ini bertuan?
Bertuan?
Iya, hanya untuk-Nya..
bukti menjadi hamba, hamba dina, tak berdaya tanpa sentuh rahman dan rahim-Nya
ya, prioritas amal !
Belajar lagi, terus belajar terus, terus...
sampai lelah.. terus lelah.. dan belajar lagi..
terus...
sampai semua nikmat..
sampai semua tak terasa..
kapan waktu berjalan..
hingga semua terasa..
semua begitu masuk merasuk terfahamkan.
akan hakikat hidup dan kehidupan.
itu.. yang dicari.. keridhoan..
yang murni setiap langkah
yang teduh mengiringi
yang basah menghujam ke sanubari
terefleksi dalam akhlak
tertuangkan dalam kerja nyata
lillah fillah billah...
Allahu akbar !
Allahu ghayyatuna..
belum sanggup berjihad di medan nyata
sekarang, cukupkan tabungan dulu saja di medan juang yang ada.
sambil berpeluh, bedo'a, memohon yang benar-benar benar di mata-Nya.
untuk sebuah titian jalan..
kemudahan ikhtiar hingga shiratal mustaqim.
jannah..
-Refleksi cinta-
Jabal Masjid, 22:16 p.m
22102013
alhamdulillah sedikit bernafas.
next, skenario komik !
22.21 | Label : amanah, Mata Cahaya, spontan pikir | 0 Comments
Gading pun Menyambut
07.28 | Label : spontan pikir | 0 Comments
Pasca Sarjana
"Al, lulus S1 planningnya mau lanjut kemana?"
"Oh.. aku berencara ke Madinah fa. Mau fokus Qur'an, sambil belajar banyak lagi tentang-Nya, tentang cinta-Nya.." ^^
*jlebbb ..
"T_T huaaa... terus ilmu psikologinya?"
"Oh.. kalau ilmu psikologi basicnya sebenarnya berkaitan kok fa" (ia belajar banyak korelasi dengan keislaman)
"Terus sama siapa nanti?"
"uhm.. sama mahram, InsyaAllah"
"Aamiin.. kalau misal belum ada mahram, terus?"
"Ya intinya, di sini dulu sambil menguatkan Qur'an, banyak murajaah, sambil memperkuat bahasa arab :)"
Hff.. oke al..
Sedangkan saya masih berkontemplasi panjang.
19062013
10 : 12 a.m
10.12 | Label : spontan pikir | 0 Comments
Sakinah
Terkadang semua tampak hanyut, tenang sendiri dalam aliran air.
Ketika hidup tampak mudah,
yang cukup selalu merasa dengan Allah,
bergantung penuh pada-Nya,
tak merasa ada musuh satu pun,
dengan khusnudzon atas semua peristiwa, makhluk di depan mata, dan segala ketetapan yang tersematkan...
mungkin, batu nisan akan merindu dengan senyuman.
_semoga gersang segera terbasahkan dengan harumnya_
al haqqu mirrabbik
00:00
26052013
00.01 | Label : spontan pikir | 0 Comments
- Akselerasi Punya Cerita
- amanah
- Anugerah
- Berbagi
- Biah Sholihah
- cerita cinta
- cinta
- Curhat
- dakwah
- dreams
- DS
- Dunia Akselku
- GC
- hikmah
- inspiring
- keluarga
- Mata Cahaya
- MSC
- muhasabah
- muslimah
- Ners Muda
- Proud of Islam
- PSIK
- QA
- quotes
- refleksi diri
- Romance
- Sepenggal Kisah
- Share
- spontan pikir
- Syair
- syukur
- Terima Kasih
- ukhuwah
Catatanku Hari Ini
-
▼
2018
(1)
- ▼ April 2018 (1)
-
►
2016
(10)
- ► Oktober 2016 (2)
- ► Februari 2016 (4)
- ► Januari 2016 (3)
-
►
2015
(11)
- ► Desember 2015 (7)
- ► November 2015 (1)
- ► September 2015 (2)
- ► Januari 2015 (1)
-
►
2014
(38)
- ► Desember 2014 (1)
- ► November 2014 (3)
- ► Oktober 2014 (2)
- ► September 2014 (3)
- ► Agustus 2014 (2)
- ► April 2014 (1)
- ► Maret 2014 (2)
- ► Februari 2014 (12)
- ► Januari 2014 (6)
-
►
2013
(56)
- ► Desember 2013 (3)
- ► November 2013 (2)
- ► Oktober 2013 (4)
- ► September 2013 (2)
- ► April 2013 (9)
- ► Maret 2013 (10)
- ► Februari 2013 (11)
-
►
2012
(28)
- ► Desember 2012 (2)
- ► November 2012 (3)
- ► September 2012 (3)
- ► Agustus 2012 (5)
- ► April 2012 (3)
- ► Maret 2012 (1)
- ► Februari 2012 (4)
- ► Januari 2012 (6)
-
►
2011
(4)
- ► September 2011 (1)
- ► Maret 2011 (2)
-
►
2010
(2)
- ► September 2010 (1)
- ► Februari 2010 (1)
-
►
2009
(10)
- ► Desember 2009 (1)
- ► Oktober 2009 (4)
- ► September 2009 (5)
Quotes
“Ikatlah Ilmu dengan Menuliskannya”
( Pesan Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a.)
Total Pengunjung
Followers
My Account Facebook
Mengenai Saya
- Mariana Ulfa
- Pembelajar Sepanjang Hayat yang telah tunai menyelami program studi Ilmu Keperawatan di Universitas Gadjah Mada. Tertakdirkan semenjak tahun 2010 hingga lulus program profesi Ners 2016. Pasca dibelajarkan dalam mempertanggungjawabkan hidup dan kehidupan sebagai seorang khalifah di madrasah kepemanduan dan organisasi kampus, kini sedang belajar untuk mempertanggungjawabkan hidup dan kehidupan sebagai seorang professional clinical ners di sebuah Rumah Sakit yang berpayung di sebuah Perguruan Tinggi Pemerintahan. Bermimpi menjadi insan pecinta ilmu dari buaian sampai liang lahat, hingga tunduk dan meneduh di keridho'an Al Fatah Ar Rahman Ar Rahim..




