"Memilih sikap terbaik untuk hidup setelah kematian"

_faidza ‘azzamta fatawakkal ‘alallah_
Intanshurullaha yanshurkum wayutsabbit
aqdaamakum

"....Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia
akan menolongmu dan meneguhkan
kedudukanmu." (QS Muhammad : 7)

Tampilkan postingan dengan label Terima Kasih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Terima Kasih. Tampilkan semua postingan

Kamu, kalian

Alhamdulillah Allah karuniakan Ulfa bertemu dengan kalian. Mengais banyak bulir hikmah dan kebaikan.
Alhamdulillah Allah mengingatkan banyak tentang akhlaqul karimah. Tadzkirah yang tersusun dalam rahmat.

Terima kasih sabil, renita, amik, al fitri, dan semua sahabat terbaik yang In syaa Allah membekas amalan baiknya :)

Reminder by Accident

Bismillah..
Malam ini secara tidak sengaja, entah kronologinya seperti apa, newtab saat berselancar automatically masuk ke dalam sebuah hasil searching Mariana Ulfa di Yahoo.
Sesaat pandangan tertuju terhadap sebuah tulisan berbahasa inggris yang tertoreh nama Mariana Ulfa dan disandingkan dengan beberapa nama yang tak asing dikenal. Belum lama, satu pekan yang lalu.

Allahu Rabbi.. sesaat menunggu loading untuk masuk ke persinggahan sang pemilik tulisan, tak lain de Aya yang nulis. Actually, it's too pleonastic adek :'D
But highly aamiin to hear that. Thanks a lot for the lighter spirit. Instantly reminded with a big dream. Trying to strengthen myself that young soul should always be there :D



Printscreen terakhir belum bisa di upload.
Kelihatan kan adek ini oke gaya bahasanya :)
Setiap orang pasti punya karakteristik masing-masing. Adek tahsin selama beberapa periode nggak ganti-ganti pemandunya :D
Ukhuwah memang dahsyat ya, punya misteri dibalik saling mencintainya saudara seiman.

23 : 39
04092014
Sukoharjo

Kita, berbeda tapi satu!

This story is documented by Atika, my new little sister in KKN program.
Lets see, what lesson can be drawn from this notes?
This testimonial directly sounds from each one of us.
And what i have drawn is, everyone always have a positive side we can learned.
Seriously guys, a big thanksgiving to Allah that have given to me an opportunity in establishing brotherhood with u all.

Dua Bulan, demi satu hari, satu malam dan satu tujuan!


Agri : sangat efisien, enak diajak ngobrol, beruang kutub yang kesangkut disini, baik, “ngajarin ngrokok mas eksan”, pandangan pertama serem, lucu, politik banget, bikin cair suasana dikamar, sring jepit mas eksan saat tidur, sering ambil bantal mas eksan, sulit bangun pagi, analisisnya bagus banget, pintar, kritis, kooperatif, awalnya ngeselin tapi setelah ketemu nakutin (tampang preman)wkwkw, 


Firman : asik, dewasa, mengakomodasi, lebih carring,  slengekkan, temen yang bisa diandalkan dalam minta bantuan, teman yang baik, santai tapi pasti, enak diajak krompomi, jantan, tampang preman tapi hati selembut kapas, semuanya dibuat mudah, 


Ekhsan : bisa diajak kerjasama, carring, sensitive terhadap cewe, bisa diajak curhat, bisa memeltingkan hati wanita, orang yang paling bisa direngek-rengekin untuk minta tolong, sosok teman yang baik, jangan ngrokok lagi!, mengormati wanita, “gaya bicaranya”, santai jk dibully,  ga banyak omong, tapi sekali ngomong bermakna semua, PHP, 


Bundo : ribet, idealis atau totalitas beda tipis, susah dihubungi, disiplin, terstruktur, professional, pengingat, teman yang miliki kerja planner, organisatoris, alarm nya itu loh berisiik!,  


Nicha : ribet, sangat santai, tidak memaksakan kehendak, nampung semua, diluar kesan pertama, santai tapi pasti, vocal, baik, heboh sendiri, gampang geer, gampng jealous, gampang nyaman, gampang “hectic (ga tau artinya)wkwkw”


Mba ulfa: pengingat, pembawa perubahan baik, rolle mode, total, penengah, religus banget, sosial nya tinggi, sosok kaka yang merangkul, 


Mba febbi: ibu2 gaul, baik, dewasa, religious banget, keibu-ibuan, nekad “matahin rokok” mas eksan, segala hal tercurah, mengajarkan total dan optimal, kaka yang baik, 


Yaya :  pada dasarnya baik, sangat patuh peraturan (saklak), sangat sensitive (care,), lucu, usil jail, unik, perkasa (naik genteng), enak di ajak ngobrol,  ada sisi sisi tertentu yang tidak kita ketahui dari yaya, ribet, pintar masak, 


Pipin : diajak ngobrol enak, flexible, baik, cewe yang paling santai, diajak curhat enak, pengetahuanya luas, social nya bagus, orangnya ga mau blak-blakan, deadliner, komunikatif, responya bagus, idealis tapi menampakkan, 


Pita : Orangnya seru, solutif, kocak, terlihat bahagia, orang yang paling bisa jaga mood, baik, sedikit sensitive, candaan nya selalu nyambung, easy going, asyik dan tidak membosankan, 


Kita berbeda! bagaikan Negara tercinta ini, Indonesia. Yang dihamparkan pulau-pulau dengan keanekaragaman suku budayanya. Namun semua itu tetep satu, bhineka tunnggal ika. Itulah kita, karakter yang berbeda, pola fikir yang berbeda, dan idealisme yang berbeda pula. Namun, semua itu jadi satu karna kita di sini saling memahami, saling menerima dan saling mengerti. Terimakasih keluargaku, atas waktu dimalam ini yang sangat berarti.

Dari atas kanan : Nicha, Pipin, Yaya, dek Nilna, Atika (Bundo) di depannya ada dek Aufa, Pita
Dari bawah kanan : ulfa, agri, firman, ekhsan, mba febi dan dek ejaz



Happy Family ! :)

Notes ditulis 28082014
Documented in this blog 03092014
23 : 37 wib
Sukoharjo

Kehidupan Sesungguhnya

"Inilah kehidupan sesungguhnya fa :)"


Iya, na.. kampus terlalu nyaman dengan homogenitas pemikiran cendekiawan. Menjadi sebuah jihad tersendiri untuk menyampaikan sikap, perkataan, pesan dan sebuah ide dalam masyarakat.

Allah... thanksgiving over Ur admonition tonight :")

_Permata 14_
23 : 39 p.m

Akhwat Panci



“Akhwat panci..!”
“haa??? (mengerutkan dahi, menatap serius) maksudnya???”
“Iya, panci kan tahan banting. Sekaligus tahan air..”
“hahaha... (kena banget sama ni sindiran) :D”

Baru kali ini denger ada istilah akhwat panci. Mungkin seresonansi dengan keberadaan tubuh ini. Tahan banting dalam artian memang sering kebanting-banting di jalan dan tahan air karena merasa aman dari keberadaan hujan. Astaghfirullah.. tapi saya sayang dengan diri saya sendiri. Sebelum saya akan banyak menyayangi jasad orang lain. :)
Jazakumullah atas pengorbanan waktu dua orang yang tepat membantu saya dengan ‘keheningan’ nya. Semoga bisa saling berbagi kisah nanti ketika bersua di syurga-Nya :’)

Pasca Syuro PSB DS
23 : 28 p.m
Senin, 22042013
source link

Tsunami Caring di Salto Absurd dan Ajang Kontemplasi



“ulfaa... kamuu... kenapa jempalitan di jalan???”
“(hah???) Bahasanyaaa... -.- iya yaaa :))”
“Mana aja yang sakit?”
“nggak kok cuma ini, ini, sama memar sini, terus bagian sini agak nahan... ada yang...” (nggak tahu ini rasa apa)
“nahan helm ya?”
“iya mungkin :D”

Berlangsunglah cerita seru salto di jalan pakem siang kemarin di selasar Jetsu (Jabal Tsur). Yah, jurus ketidaksadaran telah dikeluarkan untuk mencium ekor mobil absurd (karena nggak jelas nabrak mobil apa, warna apa, plat nomer berapa -___-). Akhirnya tangan kiri dan kanan saya kembali dihiasi dengan nuansa ‘pink’ penuh sensasi ketika tersentuh air :D

Oh Allah, cantik sekali kejadian ini. Field Trip kali ini terhiasi dengan suasana mengharu biru. Bukan karena saya menggelinding di jalan, tapi merasakan tsunami caring yang luar biasa :’)
Beberapa detik sebelum kejadian saya rasa masih “on” dengan diri saya sendiri. Bahkan masih sempat memikirkan suatu hal namun entahlah lupa. Nah, takdinyana, beberapa detik kemudian dikejutkan dengan suara benturan keras. 

“Innalillahi...”

Saya merasakan beberapa kali benturan di kepala, kaki saya tertindih motor dan tangan tertindih badan. Rasanya berat untuk bangkit, namun secara kesadaran bisalah dikatakan composmentis.
---“Oh aku jatuh ya...(hehe) tangan kananku...? (dulu sempat patah tulang)... insyaAllah nggak papa, tadi nggak buat menopang :) tunggu dulu, masih belum sadar penuh dan terasa berat”----
(ini jawaban kenapa saya tak langsung bangkit ketika itu)

Sementara riuhnya jalan mengkhawatirkan posisi saya sebagai korban yang tak kunjung berdiri. -mungkin dikira pingsan-.

Dengan bantuan Mei, “fa, bisa berdiri?”

Keadaan saya masih shock, hanya menahan ada suatu yang memberatkan di kepala. Barangkali karena tas, helm dan motor yang masih sama-sama tersentuh di badan. Akhirnya mampu duduk, dengan tetap tak sanggup bersuara. Tertunduk kemudian, lalu teman-teman menyarankan agar kaki diluruskan.

“Kaki lurusin fa.. “
“Ke pinggir aja, ke pinggir....”
“fa, bisa berdiri?”

Dengan sedikit dibantu oleh salah satu teman, akhirnya saya terduduk di bahu jalan dengan kebanjiran care dari teman-teman PSIK (Program Studi Ilmu Keperawatan), atau bahkan tsunami caring kali ya. :D

“fa, mana yang sakit?”
“hm? Paling ini sih, sama bagian sini... (sedikit menahan)”
“Bentar ya fa... disiram dulu pakai air, biar kotorannya hilang...”
“iya Mei...”
“tahan ya fa...” tambah Ayu

Sementara saya masih berusaha menstabilkan shock dan tak tahu bagaimana bisa terjadi, sedikit banyak tergelitik dengan seruan teman-teman.

“Fa, ke rumah sakit dulu aja ya?”
“Hm? Mm.. bentar deh, coba istirahat dulu... (saya belum merasa tenang)”
“Fa, ke Grasia nggak papa?”
“(haha) :D ke Ghrasia...?”
Kemudian melihat dua sosok polisi datang menghampiri dan menanyakan keadaan saya.
“Gimana mbak tadi kejadiannya”
“Nggak tahu saya pak :D” jawab saya dengan entengnya
“Oh.. terus bagaimana keadaanya?”
“Nggak papa kok pak :)”
“Oh ya sudah kalau nggak papa.. di bawa ke tempat yang teduh..”

Rasanya masih ingin bertanya kepada diri sendiri, “kok bisa ya? Nggak sadar, tadi gimana bisa terjadi?”

“Ngantuk apa gimana sih fa?” tanya adis -yang saya bonceng- dengan spontan.

Saya tidak menjawab karena sedikit tidak fokus, akan tetapi seolah-olah saya menemukan kata kunci yang dahsyat, yah, sebelumnya saya sempat NGANTUK. Oh tidaaak... jangan-jangan saya tak tersadar karena sudah di alam lain sebelum jurus salto misterius itu terjadi -__-

“Mana fa yang sakit, coba dilihat..”
“Ulfa bisa duduk?”
“Minum dulu Fa..”
“Ulfa ke Puskesmas dulu aja po?”
Ayu masih dengan senyumnya mengurusi keadaan saya.
Dan yang lain terpikir bagaimana mobilisasi saya selanjutnya...
“Fa, kamu tak boncengin aja po?” Ternyata ada Agus juga di sini
“Kamu tak anter aja fa, mau lanjut atau ke rumah sakit?” Andre menawarkan solusi
“Udah Ulfa sama aku aja, biar nanti yang nungguin nggak papa..” Solusi bijak yang tersepakati muncul dari sohib sekaligus penasehat bagi saya, mbak Adin :D

-Percakapan ini mungkin redaksinya tidak persis, hanya gambaran umum seingat saya-

Entahlah, siapa saja yang ada pada waktu itu, banyak tangan-tangan malaikat dari calon garda pelayanan kesehatan terdepan untuk masyarakat kelak. Saya merasakan tsunami caring yang luar biasa dari temen-temen PSIK 2010. 

Banyak wajah-wajah yang saya saksikan ketika itu, adin-andre-muss-ayu-mei-nana-agus-angga-adis dan semua temen-temen PSIK yang sayang sekali saya tak dapat mendikte satu per satu saat itu karena keterbatasan fokus.

Ending point dari kisah ini pada saat saya dibawa ke RS Panti Nugroho Jl. Kaliurang KM 17. Sedikit lama saya ditangani di UGD -mungkin karena prioritas penanganan- ini. Justru dalam penantian ini ruang kontemplasi saya mulai terpancing. Pagi ini begitu unik, keterlambatan 15 menit di tutorial masih saja membuat saya tersenyum meskipun mendegradasi angka 92, 94 menjadi batas garis 75. Allah selalu punya cara untuk menyegarkan hati hamba-Nya dengan matematis alam, dari hanya sekedar eksakta logika. Wallahu'alam, feedback  maladaptif terhadap diri sendiri untuk melihat senyum sohib terdekat sebelumnya malah lebih saya sukai meski menyusutkan angka-angka menggiurkan itu. Hanya saja saya yang harus mengatur komponen fikriyah agar tak terkungkung dalam sesal yang juga absurd.

Lukisan kecantikan yang tergores pagi itu pula...

Oh Allah... :')
Saya sempat berdo'a sebelum tidur di motor. Mungkin sebagian orang berkata bahwa ini konyol. Tapi ilmu ini saya dapat dari sebuah dauroh.
Kesimpulan praktis yang bermakna saya resume dari nasihat seorang trainer, "Ketika bepergian dengan kendaraan, bacalah do'a bepergian dan do'a mau tidur. Karena jika kita nanti ngantuk di jalan, kemudian Allah berkehendak mencabut nyawa kita saat itu, entah dengan kecelakaan atau hal yang tidak kita sadari, setidaknya kita meninggal dalam keadaan baik, husnul khatimah..."
"Mbak adin, aku sempat baca do'a mau tidur di jalan tadi sepertinya... :') Ilmu waktu dauroh.."
":)"
"Qadarullah..."

Jika qadarullah saya memang harus kecelakaan saat itu, menidurkan adalah cara termanis yang Allah ulurkan agar saya cukup merasakan layaknya jatuh dari kasur. Betapa nikmatnya :)
Pantas saja seorang dengan ringan tersenyum saat ajal menyapa, padahal sakitnya tergambar begitu menggetarkan. Pasti hati, raga dan fikriyahnya sangat banyak tersayat demi kecintaan-Nya. Sedangkan merasakan terseok di jalan saat tak sadar, dan dalam keaadaan masih ada wudhu saja seperti tersiram kesegaran dari kemurahan-Nya. Selalu ada rasa untuk sedekah ringan yang merekah, senyum penuh menelisik segala hikmah kehidupan.

Setelah perawat datang, seperti pada umumnya -yang juga kami praktekkan-, menikmati cek nadi, tekanan darah, pernafasan, dan alhamdulillah normal. Kalau dilihat masih sedikit takikardi mungkin. Dilanjutkan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter dan penanganan luka oleh suster yang lain.

Di UGD tersebut saya merasa senang karena ada peluang untuk berkontlemplasi. Mulai dari rona peristiwa yang sarat hikmah hingga menerawang keprofesian ini lebih dalam, meresapi keanggunan niatan setiap pelakunya, dan harapan masyarakat luas untuk keberadaan profesi kami.

Ya, saya merasakan bagaimana kehadiran perawat sangat dinanti oleh pasien. Bahkan senyum dan pertanyaan secuilpun akan sangat berharga untuk menambal hati harap cemas pada pasien. Belum lagi keramah-tamahan, sentuhan tulus dan nasihat teduh yang terlukis. Wah, ini saja yang dari tadi menunggu sedikit lama. Kalau saya membayangkan banyak pasien ditangani seperti halnya teman-teman memperlakukan saya tadi,  barangkali tidak akan banyak pasien yang bertahan dengan sakitnya dan penuh semangat untuk sembuh.

Terima kasih malaikat-malaikat salto absurd Ulfa, terima kasih atas tsunami caring yang membanjiri di terik siangnya... Semoga kelak kita akan menjadi pionir perubahan sistem kesehatan di negeri ini, dengan ketulusan yang jujur di hadapan-Nya, dan segenap ikhtiar yang teroptimalkan dari sekarang. Saya masih tak ada apa-apanya dibandingkan kalian semua, yang masih belum banyak berpeluh seperti apa yang kalian suguhkan demi perubahan yang terbaik nantinya. Saling mengingatkan ya, maaf atas segala khilaf. Terkadang saya terusik dengan ketidakmampuan mengungkapkan rasa sayang kepada kalian, calon perawat yang hebat.. Semoga Allah membalas dengan segala hal yang lebih baik... :’) Aamiin Ya Rabb...

NB : Pelajaran kali ini, jangan sok kuat bisa nyetir motor saat ngantuk menyerang. Akui kelemahan dan jangan menunggu salto di jalan :)

Gedung Radio Poetro FK UGM
Selasa, 2 April 2013
10 : 29 a.m
_Menikmati kekakuan badan dengan memar-memar yang mengharukan :D_

Karena Iseng, Kena Efek Melankolis

"Amah.. siapa yang mau cabut gigi..? gratis nih.. lagi ada coas.." seru teman di depan kamar...
"Kenapa Sulas? ;)" #ngetes
"Ulfa mau cabut gigi? gratis, lagi ada coas :)"
"Kalau masalah cabut gigi gampanglah nanti, yang susah itu nyabut namamu di hatiku ;)"
"?@$%^&()!..... amah ulfaaa..."
_kembali masuk kamar dan tak tahu apa yang terjadi_

malam itu, saya kembali ditemani si Ochi di meja selasar JT (Jabal Tsur) untuk mengerjakan garapan yang belum terselesaikan, tiba-tiba si 'korban' yang kena tadi melayangkan sepucuk kertas binder yang dilipat dan telah tergores beberapa paragraf didalamnya..

"ini buat amah ulfa.."
"??? apa ini?"

Setelah membacanya tersenyum, meski sebenarnya tidak sepenuhnya faham maksud yang tersirat. hehe

Belakangan saya berpikir bahwa hidup saya sepertinya selalu dilingkupi orang-orang melankolis :D
Pertanyaan berbaliknya, "Kamu fa yang mulai.." :p
eh, tapi enggak.. karena mereka levelnya lebih tinggi :) kalah saya mah..

Manusia itu unik, Allah mendekatkan saya dengan banyak karakter orang, banyak belajar, banyak bercermin. Bahkan terkadang saya berpikir kalau saya begitu curang. Terus mencuri kebaikan orang lain tanpa mengetahui secara pasti sedekah amal dan akhlak apa yang bisa ditiru. Hal ini pula yang sering kali membuat saya berkaca, lalu meneteslah air mata.

Manusia itu aneh, sering kali orang bilang, "kamu tuh melankolis banget..."
"so, why....?"
Sebenarnya pernyataan itu juga terkadang saya lontarkan kepada orang lain. Tapi saya melontarkannya dengan kesadaran penuh. Dengan sadar untuk mengakui bahwa setiap diri seseorang pasti ada sisi kelembutan. Yang setiap waktu, spontan bisa saja merasa hanyut dalam suasana. #bukanGalau
Hanya saja sisi-sisi melankolisnya ada yang menonjol dan ada yang terpendam. Keduanya sama saja, tak usah dipermasalahkan, ini hanya masalah karakter dan cara kita mendewasakan sikap bagaimana  harus menghadapi perbedaan setiap individu.

Kalau belajar dari orang melankolis dominan, kecenderungannya akan sangat banyak hal yang membuat ia tersenyum. Karena selalu hati yang terbawa untuk menghadapi setiap peristiwa. Percayalah, mereka adalah orang yang justru paling sering bahagia. Karena pada umumnya orang melankolis itu romantis, sisi keromantisannya itulah yang sering menjadikan orang lain terenyuh dalam keharuan. Saya salah satu orang yang sering terkena dampak orang-orang melankolis di dekat saya. hehe
Cukup mendengarkan, cukup banyak memberi senyuman atas ceritanya, mentransfer kebahagiaan di setiap ekspresi kisah, ujungnya kita sendiri yang akan banyak belajar, asalkan ikhlas dan lapang menyikapinya. Di balik di sisi kebagaiaan yang kita rasakan karenanya, saya percaya, justru mereka yang lebih bahagia :)

Karena mempunyai sejuta cara untuk menyentuh hati orang itu jauh lebih dalam bahagianya daripada tersentuh hatinya oleh orang lain :)

Jazakumullah khairan katsir untuk semua orang yang dengan ikhlas menjadi cermin bagi saya :)

_senja begerimis yang merindu rumah sederhana_
#nggak jadi pulang :'(
Meja Jihad Al Baqarah
Jum'at mubarak, 29 Maret 2013
17 : 29 p.m

Terima Kasih #2


Qurrata ‘Ayyun nan teduh :’)

Atas segala hal yang selalu mebuat terisak di hadapan-Nya usai bercermin dari kalian. Dari nooool besar ketika itu. Sampai ulfa pelan-pelan merangkak dan berproses untuk tumbuh jadi muslimah yang lebih qowy :D -sedangkan sampai sekarang masih dalam proses-

Terima kasih atas makna indah dekat dengan Allah, hati yang bersih, beramal karena Allah, belajar Qur’an, tahsin, menjaga diri, menjaga hati, ukhuwah karena Allah, saling mengingatkan, saling menasehati, ikhlas, khusnudzon, tabayyun, rindu karena Allah, mencintai saudara karena cintanya pada Allah, bergetarnya jiwa karena akhlak, bergetarnya hati karena Qur’an dan teririsnya hati karena bercermin dari amalan kalian.

Terima kasih karena telah membuat ulfa memutar setir setelah jauh berbelok dari jalan yang nyaman namun melalaikan. Setidaknya, tertoreh kembali buncahan semangat perbaikan kualitas diri, sebelum akhirnya ikut berlari tergopoh merangkul umat setelah panjang berproses ketika itu...

Setengah tahun lebih di tengah kalian, bertahun dampaknya untuk orientasi hidup seorang ulfa :)

__Mb Yuntari-Azizatul Ulfa-Mb Trie-Mb Nurul-Mb Matul-Lina-Mb Nisa-Mb Cho-Teh Ida-Mb Eka-Mb Ida-Mb Devi-Mb Peni-Tata__

Semoga Allah meneguhkan langkah kita, untuk terus berada di jalan yang terjanjikan syurga oleh-Nya ^^

Hangatnya Biru Cat Qurrata 'Ayyun
@Hokben, ceritanya pamitan :( hiks


12/02/2013
23 : 16 p.m

Terima kasih #1


Untuk teman-teman Akselerasi SMA N 1 Sukoharjo angkatan V, Squad “Mengejar Matahari” yang selama dua tahun kebersamaan telah mengajarkan banyak hal pada pribadi yang masih ‘cari-cari diri sendiri’ ketika itu :)

__Amik-Bintang-Dewi-Dinar-Dani-Erlangga-Latifah-Ulfa-Hutomo-Mia-Nasrul-Nourma-Navy-Rahma-Renita-Resha-Seto-Yusuf__

Tetang ikhlas, sabar, memahami, jadi diri sendiri, kerja optimal, berproses tanpa orientasi hasil (ikhtiar optimal, tawakal maksimal). Dan segala hal lainnya
Semoga Allah senantiasa merekatkan ukhuwah kita sampai di Jannah-Nya, kawan. Aamiin ya Rabb :’)

@Taman Balekambang untuk Buku Tahunan #1

Your character make your style :D (just my perception)

12/02/2013
22 : 45 p.m

Quotes

“Ikatlah Ilmu dengan Menuliskannya”
( Pesan Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a.)

Total Pengunjung

Followers

My Account Facebook

Mengenai Saya

Foto saya
Pembelajar Sepanjang Hayat yang telah tunai menyelami program studi Ilmu Keperawatan di Universitas Gadjah Mada. Tertakdirkan semenjak tahun 2010 hingga lulus program profesi Ners 2016. Pasca dibelajarkan dalam mempertanggungjawabkan hidup dan kehidupan sebagai seorang khalifah di madrasah kepemanduan dan organisasi kampus, kini sedang belajar untuk mempertanggungjawabkan hidup dan kehidupan sebagai seorang professional clinical ners di sebuah Rumah Sakit yang berpayung di sebuah Perguruan Tinggi Pemerintahan. Bermimpi menjadi insan pecinta ilmu dari buaian sampai liang lahat, hingga tunduk dan meneduh di keridho'an Al Fatah Ar Rahman Ar Rahim..