"Memilih sikap terbaik untuk hidup setelah kematian"

_faidza ‘azzamta fatawakkal ‘alallah_
Intanshurullaha yanshurkum wayutsabbit
aqdaamakum

"....Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia
akan menolongmu dan meneguhkan
kedudukanmu." (QS Muhammad : 7)

Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan

Kenapa, Ibu?

Aku baru sadar bahwa pertanyaan ini adalah pertanyaan lazim yang alamiyah terlontar dari lisan seorang anak gadis kepada Ibunya.

Seperti ketika itu, sebelum sholat berjama’ah di rumah dimulai. Seresah hati, seserasa itu pertanyaan yang harus turut aku klarifikasi.

Aku tertunduk, lalu memandang beliau di samping serasa tertuntun melisankan, “Ibu, kenapa dulu mau nikah sama Bapak?” Masih memandangnya setengah menanti jawaban.

Beliau memandangku seraya menjawab, “Ya panggilan hati..”

Terdengar adekku di ruang makan yang sedikit merespon jawaban Ibu, tapi aku tak peduli.

“Panggilan hati..” gumamku sembari mengalihkan pandangan ke depan gambar ka’bah.

“Ya Bapak agamanya bagus, orangnya sabar, sholatnya khusyu..” Ibu menguatkan alasannya.

“Lah, gimana bisa tau?” Masih saja aku penasaran seolah cari celah yang cukup meyakinkan.

“Ya kan dulu ngajarnya bareng.”

Tak lama Bapak datang, duduk di kursi, lalu sholat dimulai.


Panggilan Hati…

Lalu, bagaimana rasanya saat Allah karuniakan panggilan hati itu, Bu? Di Ulfa.

Skh, 17102016
06.49 p.m


Permintaan Spontan

Ba'da sholat maghrib, terkadang adek gw ngerasa terganggu kalo pas dia baca Qur'an, terus di ruangan yang sama gw juga lagi baca Qur'an. Terus alibinya biasanya gw disuruh sholat sunnah. wkwk


Kali ini tetiba dia terkesan mutung, habis itu malah request aneh. 
Baru buka mushaf terus nyeletuk, "Yaudah, baca surat Ar Rum ayat 21-22 !"
Spontan gw mandang dia agak heran. "Heh? Maksudnya apa? Kenapa dek Conny requestnya itu?"
Ngerasa innocent sambil jawab, "Yaudah, baca aja. Pura-pura nggak ngerti."
-__- oh My God, jahatnya. Kenapa tetiba dibuat baper sama adek gue sendiri, hiks

Akhirnya gue bacain beneran. Mulai dari ta'awudz, tasmiyah, 2 ayat itu sampe artinya. Biar dia puas. hhhzzz

Habis gitu masih komen, "Alah, dibagus-bagusin"
Elaaah, masih sensi ajaa (dalam hati). 

Sebenernya ngebatin juga sih. Semogaaa, semogaaa, dia nyuruh bukan karena liat tingkah gue aneh akhir-akhir ini dan merasa iba. zzz banget lah kalo iya.

Tapi anyway semasa SMP ga segitunya juga gue. Maa syaa Allah dek Conny. Mba harap adek akselerasi keshalihannya lebih cepet dibanding mba dulu. 

Intinya apa?
Iya, tentang QS Ar Rum : 21


Tabayyun

Mungkin akan ada beberapa postingan sebelumnya yang dihapus dan tidak ditemukan di blog saya.
Sesuai dengan masukan dari sohib, beberapa postingan yang tampak serius dan tidak senada dengan refleksi, sengaja kembali saya tiadakan. Semoga tidak mengurangi esensi hikmah :)

Sekian, terima kasih :)
12 : 53 a.m
4/2/2016

Dapat Penawar Futur


Lagi seneng sama Bu Dewi. Sukaaa deh. Peri bangeet.
Sama juga kayak sahabat terbaik yang lain. Setiap kali ngobrol sering kali Allah turunkan keringanan untuk muncul endorphin. Jadi sukaa gitu senyum denger ceritanyaaa. Ah Ibu, idaman bangeeet.

Alhamdulillah, malam ini direlain, diringan-ringanin buat berangkat ke Rumah Sakit yang sebenarnya sedang turun jaga. Konsultasi sekitar jam 20.00 dan berakhir hampir jam 21.00 an. Alhamdulillah, jadi mikir hal yang bermanfaat lagi ini otak. Setelah beberapa waktu cukup sirkumtansial.

Qadarullahnya, Allah mempertemukan saya dengan Bu Dewi yang beliau begitu telaten membimbing stase manajemen kami. Ceritanya saya dapet bagian pembuatan SPO (Standar Prosedur Operasional) tindakan-tindakan keperawatan di bangsal THT dan Bedah Mulut RS Sardjito. Walhasil, setelah usai konsultasi sukalah saya kalau disuruh denger cerita inspiring gitu. Singkatnya, beliau yang lulusan Vokasi dan diamanahkan sebagai seroang ketua KFK (Semacam ketua penyusun beberapa draft SPO/SAK Rumah Sakit berdasarkan kategori keilmuwan yang khusus, duuuh lupaaa kepanjangannyaah) gitu cukup menjadi hal baru dan membuat beliau denial. Secara untuk keilmuwan Vokasional pastinya tidak lebih mendalam dibandingkan dengan S1. Namun penyusunan draft tersebut merupakan kinerja-kinerja teoritis banget. Alhasil beliau merupakan anggota tim termuda, dengan background pendidikan vokasional dan yang lain (mungkin) mayoritas S1. Terlebih pula beliau masih dalam posisi belum pegawai tetap/THL (Tenaga Harian Lepas. CMIIW)

Oooh maan, itu mirip-mirip dikit sama posisi saya di kadep media dulu :D berasa senasib Ibuu. Meski nggak segitunya siih. Yah, sama-sama harus belajar banyak gitu, kalau saya belajar dari awal bingits. Alasannya pun ya agak-agak mirip, karena nggak ada yang mau. Haha, entahlah, mirip atau samaa karena nggak ada yang lain. Yang jelas hal tersebut membuat beliau kuat, makin tangguh, dan makin berenergi buat belajar. Ah, seneng deh belajar dan dibimbing oleh Ibu. Udah murah senyum, telaten, rajin, baik, bersahabat, lembut yang tetap berkarakter.
Jadi pengen belajar juga, jadi orang yang berdedikasi dan lapang banget menerima masukaaan. Zzz, gregetan :D
*Saya berharap Ibu Dewi nggak baca tulisan di blog saya bagian postingan ini. Hehe

Semoga Allah kuatkan ya Ibu, In syaa Allah Ulfa ikhtiar buat bantuin Ibu dan belajar sama Ibu sepenuhnya. Nggak pengen menyia-nyiakan kesempatan yang Allah kasih, buat mengerjakan yang terbaik buat bantuin Ibu, buat RS Sardjito. *cieeh

Stase manajemen kayak stase dewa, aduh berlebihan mungkin yak (keikut istilah yang sering di denger sih). Tapi Alhamdulillah jadi belajar berhubungan dan belajar dengan orang-orang penting di Sardjito. Dan awesomenyaaah, nyusun standar tindakan keperawatan buat bangsal buat dibukuiiin. Berasa expert -__- yang aaamiiin, semoga terus berbenah makin baik dan makin beneran expert.

Jadi sukaaa, karena jadi inget jaman-jaman semangat lomba, buat nyusun something new or innovation that make easier to others. Sukaa, karena musti nyari gimana caranya nyusun, dimana referensinya, mana aja yang dimasukin. *Padahal sebenernya dalam hati berkecamuk (aaaak. Gimana ini??? :D)
Semoga Allah mudahkan dan ringankan kerjanya. Aamiin

Finally, I’m fine :) Alhamdulillah..

Setelah beberapa saat pikiran sirkumtansial soal beberapa hal. Cenderung butuh asupan biar semangat. Alhamdulillah berkah waktu 1 jam konsultasi barusan membuahkan hasil. Utamanya soal kondisi ruh diri.

Yang jelas hal yang senantiasa terekam sebelum berangkat adalah, saat-saat dimana saya sesekali menjawab pertanyaan soal tips mengatasi semangat yang fluktuatif atau kondisi ruh yang futur. Baik saat ngisi acara kecil-kecilan maupun curhatan antar teman.

“Semangat kan naik turun ya, Kak. Kadang kala kita futur. Gimana cara kakak mengatasi futur?”

Futur is masa depan dek. Eh, future yak :P

Heheh, jadi kalo sampai detik ini masih ada pertanyaan gitu, saya gini jawabnya :

“Bergerak aja terus. Jangan berputus asa atas rahmat Allah. Bergerak terus sampai lelah itu lelah mengejarmu. Hidayah itu dijemput. Termasuk kondisi diri yang sedang bersemangat, itu merupakan rahmat Allah. Cara biar Allah karuniakan Rahmat-Nya? Banyak-banyak amal shalih :)”

Merupakan saripati dari sebuah hadits, “Bersemangatlah atas apa-apa yang terbaik bagimu, mintalah pertolongan Allah dan jangan lemah”

الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّى فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا. وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ 

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun, keduanya tetap memiliki kebaikan. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu syaithon.” (HR. Muslim

Alhamdulillah, meski 1 jam, dengan kondisi sebelumnya yang harus mendorong gerakan raga, Allah tumbuhkan ruh yang baik, jiwa yang bersemangat, kan?
_Mari Berkarya _

10 : 25
04012016
@GoBST !

Reference :
https://rumaysho.com/265-tetap-semangat-dalam-hal-yang-bermanfaat.html

Melankolisnya Anak Ilmy #Eh

“Orang-orang ilmy melankolis ya Ulfa?”

“mmkk..” tiba-tiba stagnan, bola mata berputar ke atas, tampak berpikir. Lalu berlanjut dengan pertanyaan, “Kok bisa mba?”

“Iyaa.. Biasanya gitu. Soalnya mereka cerdas kan.”

“eeemmm.. Gitu ya” Mencoba menelaah

Gimana yak. Saya orang ilmy sih (katanya). Melankolis? Iya.
Premis kedua, mungkin yang kurang tepat. Soal cerdas nggak bisa seketika diukur sih. Apalagi dengan labeling komunitas. Maksud saya ilmy sebagai salah satu wadah penampung saja, bagi individu yang berkeinginan atau berproses memberdayakan otak atau proses pikirnya lewat jalan diskusi keilmiahan.

Balik lagi. Sebenarnya saya cenderung pula sanguinis dan koleris. Analisis sepihak sih. Tapiii.. Emang selalu nggak bisa disangkal pernyataan gitu, “Anak ilmy melankolis”
Aduuuh -___-
Semoga saja tanda lembutnya hati, yang penempatannya selalu benar. Presisi. Sesuai dengan apa yang Allah inginkan.

Dinukil dari sebuah percakapan kemarin malam,
dengan seorang mahasiswi Pasca Sarjana Awardee LPDP yang sedang gigih ingin kembali mengabdi ke daerahnya.

9 : 31 pm

04012016

Bukan bekas, tapi lekat

Sejujurnya merindu, sangat.
Dengan sebuah miniatur peradaban, dimana pernah tertetes air mata tentang, "Adakah tempat yang lebih baik dari sini?" dalam sebuah perjalanan yang remang.

Sejujurnya merindu, yang belum sampai.. yang ingin sampai. Tentang ia sosok yang sangat berpengaruh. Abi dan Ummi.

Sejujurnya merindu yang dalam. Dengan suasana qur'an yang menurunkan sakinah, yang termanifestasikan sensitifitas yang tinggi atas serpihan rasa-rasa berdosa.
Ya Allah.. kami tahu pijakan kami masih dalam bumi terbaik-Mu. Kuatkan kami.

Selasar Jabal Tsur dalam 4 tahun mensejarah

Masih tersimpan ruh bahkan saat lewat
-Emosional kerinduan-

Tafaqquh Fiddin

Masyaa Allah. Sedang spontan-spontan terbersit.

Kadang sepintas gemuruh untuk tafaqquh fiddin mengalami ekskalasi.
Melihat, merasakan, merasuklah perlahan kegigihan imam syafi'i, perjuangan imam ahmad, dan kewibawaan ilmu dari seorang imam maliki. Baru sebatas itu, dari yang hidup ribuan tahun setelah beliau.

Masyaa Allah. Sedang spontan-spontan terbersit.
Kadang gemuruh untuk tafaqquh fiddin mengalami ekskalasi.
Saat Allah merahmati, menyelami ilmu fiqh. meskipun masih mubtadiin.
Sedih. banyak nuansa ibadah yang masih kosong. Banyak amalan yang masih meraba ilmunya. Saat sadar ikhtiar ketidaktahuan di masa lampau tak terimbangi dengan gigihnya mencari dan mencari, hingga mantap terus terpatri.

tafaqquh fiddin terus berekskalasi, saat ruh ekspansi di luar diri melambai dan meninggi.
Di luar sana, terus berkembang, menumbuh ke negeri seberang.
Tapi aku tak ingin, sungguh, tidak ya Rabb. Sebelum Engkau mengizinkan, aku sanggup memikulnya, aku kuat mengembannya, sarat keberkahan dan manfaat.

Semoga tafaqquh fiddin terus berekskalasi, agar bersemayam rasa-rasa bodohnya diri.
Agar aku ya Rabb, semakin dekat dengan-Mu untuk memohon. Agar aku ya Rabb, semakin rindu mendekati-Mu.

Inspired by QS At Taubah : 122
17112014
16:26

Kembali menyelami Hasil dan Pembahasan
Bismillah, berkah :)

Buku Biografi 4 Imam Mazhab
from here

Kitab Fiqih Kehidupan
from here

Cintai dalam Diam, action !

Sudahlah, tidak usah kau banyak bercerita tentangnya.
Atau terlalu sensitif atas hal baru dengannya.
Cukup cintai ia dalam diam, plis.
Agar kemudian rasa cinta itu membuncah dengan sebuah pembuktian, mampu membayar harga mahalnya hasil yang presisi dengan tujuan awal.

 Lalu berharap... Allah semakin membuatmu pandai membangun suasana romantis dengan-Nya.

#antimainstream
#skripsibarokah

untuk Cinta (lagi)

Cinta, bahkan fase-fase aku menemukan miracle tentangmu pun akhirnya jadi teringat :)
Alhamdulillah...
#skripsi

-Ya Allah, alay banget-
:D

Rekam jejak 4 bulan yang lalu
21022014 @PerpusFK

Rabu Mubarak

Subhanallah wal hamdulillah..

Kita patut bersyukur ketika alur pikir kita masih bekerja untuk meruntutkan hikmah atas segala peristiwa yang kita lewati dalam keseharian.

Hari ini aku luput dari salah satu amalan yang utama. Alhamdulillah Allah masih mengkaruniakan kemudahan menambal di lain sisi. Yang jelas amalanku biasa saja hari ini. Mungkin jiddiyahnya yang menjadi nilai dan menambah keberkahan.

Sometimes we are not prepared enough for a much time will we have later. Dan benar adanya, “Ujian itu sesungguhnya ketika di waktu luang”. Di saat sudah tidak dipadatkan dengan kuliah, u must be a strategic person who have to professional managing ur overabundance time. Yeah, actually we know that exactly it will be a good chance to optimize our focus responsbility (eg. Our minithesis) for now. But, for people who habitually must execute more than one or two work all at once, it just like tasteless. Hehe

Maybe today Mubarok is about jiddiyah. Betapa butuh kesungguhan untuk mengangkat butir-butir kelambanan di waktu luang. Saat bayang-bayang persiapan Ramadhan terngiang di sudut pandangan tapi tak diimbangi dengan gerak raga yang menyambut. Qadarullah dengan kemurahan-Nya, jasad berikhtiar paksa dan membaca surat cinta dari-Nya, sebagaimanapun rasanya, dan akhirnya mengalir begitu saja. Tilawah hari ini melampaui target. Meskipun targetku masih jauh sangat, ah sangat, dari para salafush shalih.

Syukur atas aktivitas hari ini, yang semoga berkah.

Meeting morning alias syuro pagi (:p)
silaturrahim ke ‘ammah sari alias menghadiri undangan makan burjo yang masyaa Allah (:D)
nyicil target tilawah (baru nyicil)
istirahat sejenak
mencicil cinta (lagi)
dhuhur
kembali dengan cinta
dan puncak jiddiyah menebus kealpaan
ashar
rapat KKN
tuntas membeli perlengkapan saat ini
maghrib
makan dan dipertemukan dengan seseorang yang bercerita banyak mengenai hikmah hidup sebagai seorang muslim
isya
rapat KKN
kembali dengan firman-Nya
 menyapa saudari dengan ruh yang mumpuni insyaa Allah
sampai detik ini.

“Rabbii auzi’nii an asykura ni’matakallatii an’amta ‘alayya wa ‘alaa wa lidayya wa an a’mala shaalihan tardhaahu wa ashlihli fii dzurriyyati innii tubtu ilaika wa innii minal muslimiin”

Ruang menjamu tamu Rumah Cahaya, 22 : 08 p.m

Rabu Mubarak, 04062014

a Little Encouragement

Bismillah.. percakapan tadi masih terasa.
Saat ini saya di Perpus, kembali ingin meneteskan embun-embun ikhtiar yang semoga berkah untuk pengakhiran studi saya di S1. Bachelor Degree, that i hope will recorded inspiring story later.

F : Fulanah
U : Ulfa

-------

F : Heiii Ulfaaa... :’) Gimana ini.. lama nggak ketemu..

Sembari kami bersalaman, as usual.

(Ya, memang intensitas mahasiswa tingkat akhir untuk bertemu semakin tereduksi dengan kesibukan mengurus ‘percintaan’ masing-masing, meskipun beberapa teman dan adik kelas ada yang melabuhkan cinta beneran #apasihsungguhnggakpenting)

U : :) iya fulanah...

Kemudian singkat cerita kami berbincang soal probabilitas bisa wisuda Agustus.
Konon katanya di Nursing Science Program ini masih dengan rumor bahwa tidak ada yang diikutkan bulan November, so, if u still not finished yet u must follow the next section graduation ceremony in February the next year.

F : Gimana yaa? Bisa nggak ya kira-kira? :’)
U : Bisa, bisa Insyaa Allah.. Kita ikhtiar aja terus, pertolongan Allah ada di puncak ikhtiar kita :)
F : iya ya, insyaa Allah bisa lah ya, nanti sambil KKN ngerjain pembahasan.
U : Iya iya fulanah :’D

Saudariku Fulanah, actually what u say i’v been thinking in previous day. I also still don’t know why i’m too optimistic. Maybe i including some people who have optimistic-isme or closer with husnudzon-isme :D

But, if i may tell to u, it will give encouragement for me :)

We still have Allah. Allah. Allah. We always say that, “Allah Tuhan Semesta Alam.”
Yep, semesta saja dikuasai oleh Allah. Apalagi skripsi yang notabene hanya sebagian kecil dari potongan hidup kita. Mudah saja bagi Allah untuk dijadikan. Believe it, sister ^^

---Allah, sesungguhnya ini merupakan bentuk kami hanya sanggup bergantung penuh pada-Mu atas segala hal yang menjadi urusan kami. ---

Singkat alam pikir ini mengejawantahkan sebuah pemahaman yang saat akhir-akhir ini terngiang.

“Wa maa yattaqillaha yaj’allau makhraja”
“wamanyatawakkal ‘alallahi fahuwa hasbuh”

Dan masih banyak lagi janji-janji Allah untuk orang yang bertaqwa. We can see that at surah at Taalaq (65) especially in the end of ayat or others surah. Banyak lagi kemurahan Allah untuk orang mu’min that we can learn from Surah Al-Mu’minun.

Sometime we just need enrich our taqwa and iman quality to do all of our duty and responsibility in life. So that Allah will give full of Ridho, so that our life will like a flying and very easy to live.

17 : 21 WIB
03/06/2014

Bismillah ikhtiar tanpa jeda. Hope will be barokah ever after :)


Jenjang Selanjutnya

"Mohon do'anya, ammah masih belum tahu untuk setelah ini masih dapat kembali ke DS atau tidak."
/??&%@???
"Insyaa Allah akan menjajaki tingkatan maratibul amal yang selanjutnya..."

Terhitung undangan walimahan di bulan februari ini sekitar 4 orang sampai belum habis bulan, sekitar sampai pertengahan bulan. Itupun yang dikenal dekat, belum lagi yang saya tidak terlalu mengenalnya.

Om sama bulek di rumah sedang lumayan riweuh mempersiapkan walimahan sepupu saya.

Kakak dan temen yang mau nikah (pas banget ada saya) meminta beberapa taujih ke umi, sekaligus memberikan undangan kepada beliau dan kami.
Lagi-lagi, (pastinya) tetesan air mata dari beliau-beliau ini. Yang saya rasa banyak hal yang bercampur.

 Babe sempat mengisyaratkan tentang akad nikah itu nanti yang sederhana saja. (ini sekilas lalu saja, #lupakan)

Belakangan ini jadi tahu entah dari mana beberapa history takdir jodohnya beberapa pasangan. #KanJadiMikir

Beberapa kali tausiyah dari umi jadi sebagian besar mengarah 'kesana', bahkan wejangan untuk calon mempelai disekaliankan untuk kami -.-

Selepas liqo pekan ini, bahasannya itu lagi.

Silaturrahim ke Umi Nunung sore tadi penawarnya, bahasannya (lagi-lagi) tentang pra nikah. #tapiSerius

Masyaa Allah...
hingga klimaksnya muncul, "hentikan pembicaraan tentang itu !"

:D haha, ternyata saat ini saya sedang berkelit dengan 'pengayaan' salah satu materi ini. Setelah itu agaknya sedikit menafikkan diri dengan realita nuansa di usia yang ada. (mungkin kepikiran si *cinta yang belum usai)

sudahlah, lupakan pengantar saya yang panjang.
yang jelas, saya teringat dengan sebuah wejangan dari teman, barusan tadi sore.

"Ujian keimanan seseorang itu setara dengan semakin beralihnya tingkatan amanahnya."

mau jadi mahasiswa, jadi guru, jadi dokter, perawat, jadi tukang sapu, jadi kakak, jadi adek, jadi istri pejabat, jadi istri ustadz, jadi santri, jadi pemandu, jadi komikus, jadi penulis, seniman, politikus, de el el yang banyak tak terhitung nan tersebut satu-satu itu tetep profesi kita bakalan jadi da'i. Dalam kondisi apapun, tentunya amanah utama untuk berdakwah kita harap nggak akan pernah lepas dari ruh-ruh terdalam kita kan.

Berjuang di ranah dakwah manapun semoga bernilai jihad. Dimanapun, dengan cara masing-masing.


Lalu hubungannya sama yang di atas?

ya gw cuma sempet terlintas aja, sepertinya kesiapan buat menempuh status baru itu sebanding dengan jiddiyah kita menjemputnya dengan amalan sholih. Sama halnya dengan amanah, yang kita sendiri pun nggak pernah sadar sebelumnya (biasanya) semenjak kapan diri kita dirasa pantas oleh orang lain hingga tiba-tiba menumpukkannya di bahu yang rapuh dan lemah milik kita.

tapi memang itu cara Allah, cara Allah mengukur dan melimpahkan sayang untuk menjadikan kualitas kita lebih baik ke depannya.

So, mau melangkah sejauh apapun, yang penting jangan sampe gagal fokus bahwa tujuan utama selalu bermuara pada kebaikan dakwah untuk amar ma'ruf nahi munkar. Tentu saja tahapnya harus kita lalui dulu yang dimulai dari mensholihkan diri. Karena mau jadi apapun kita, tetap profesi utama adalah da'i. nahnu du'at qabla kulli syai'.

Saya hanya yakin, setiap apapun yang kita lampaui di depan mata, tak terlepas dari kesiapan dalam setiap perjalanannya. Hingga saatnya kita sendiri pun menjadi tak sadar bahwa ternyata sudah banyak kerikil yang kita singkirkan, banyak pengalaman pahit menjadi bekal, mendapat banyak tabungan pemecahan masalah, dan sampai semua ringan serasa segala hal perlahan tahu konsekuensinya.

Terus saja berlaku baik, bukan untuk sebuah janji, tapi cukup supaya lebih dekat dengan-Nya, Allah lebih ridho atas hidup kita, pilihan-pilihan kita, ikhtiar kita, urusan kita yang memang dirasa banyak, dan berkah hingga akhir hayatnya.
Sampai saatnya, jika takdir terbaik kita masih diamanahkan beramal dengan usia hidup di dunia, Allah mempertemukan dengan yang terus istiqomah bergandengan tangan menjemput kemuliaan di syurga-Nya kelak.

Pesan umi satu, "Jangan terlalu mencintai suami, hingga mengalahkan cinta kepada Allah. Jaga suami dengan terus menjaga kualitas ibadah kita. Sholatnya, dan lain hal.."
Redaksi yang tidak sama persis, mungkin nuansanya belumlah sampai ke ruh saya yang masih bocil.

Tapi semoga Allah terus meringankan kita beramal sholih :)
Aamiin yaa Rabb..

Barakallah untuk mba Yurisa, mba Tari, mba Wiwi, Fatin, semoga Allah menguatkan ikatannya, menegakkan cintanya dan melindungi jalan-jalannya dalam menjemput amalan terbaik setelah amanah agungnya :)
Uhibuki fillah..^^

Terakhir, saya menemukan video ini dan cukup asik untuk ditonton :)



0 : 11 a.m
08022014
picture here

7 menit yang 7 Jam



Beberapa waktu yang lalu ketua PKM saya sekaligus sohib dan kakak saya sms. Ceritanya ada reporter TRANS7 ingin meliput si SAWURI (Sawut Onigiri). Entah bagaimana ceritanya ya, kami belum pernah press rilis media, tapi serdadunya si Unyil sudah jauh meng-kepo si SAWURI :D
Usut punya usut, ternyata sang reporter just browsing inovasi pangan tradisional, wal hasil taaruf sama SAWURI. :)

Fix, Senin pagi jam 09.00 WIB, @Rumah Kaca DS, kami syuting buat salah satu segmen di Si Unyil Trans7. #ada bahan buat woro-woro eksistensi sawuri di asrama. B-)

“kok bisa kok bisa?”
“Wah iya?”
“Wah keren..”
“Gimana caranya?”
è       “Kami hanya dihubungi kok” B-) :p
Atau si kecil yang di rumah..
“iya ya mbak? Wah, mbak ulfa masuk TV nih, kabar-kabar ya mbak..”
“Iya dek... -__-“
*Masuk TV yang hanya lewat lalu itu bukan suatu kebanggan sayang, mending selalu masuk perhatian Allah :)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hari H tiba, 1 tim kami sambut.
Ada 1 reporter, Mbak Astri yang biasa contact’an sama kami.
1 kameramen, mas Wahyu.
1 sopir + manager anak-anak kecil, mas Gombez.
1 dalang si Unyil dan Mpok Ipeh, mas Pail (kalau nggak salah)

Kesimpulan hari Senin, 10 Juni 2013 kemarin :
Kami telah menghabiskan waktu kurang lebih dari jam 10.00-18.00 untuk di ‘cut’ ‘cut’, di ‘stop’ ‘stop’, di tegasin kameramen, dikerjain, ngetawain dan diketawain orang, bingung antara orang bercanda dan serius, ada yang izin rapat PH, izin datar, ninggalin proposal AAI, mengenyampingkan buku blok, mengundur pengerjaan essay lomba yang udah out of date, de el el.
Buat? BUAT SYUTING LAPTOP SI UNYIL -____-

Habis itu bingung mau ngapain, saking numpuknya kerjaan yang musti digarap.
Seketika itu yang teringat beberapa kalimat pesan di WA oleh shohib di DS, “Maan najjah, persiapkan yang matang tidak semua orang punya kesempatan kayak gitu fah. Sawurinya ulfah dipilih Allah dari sawuri2 yg lain.. bersyukuuur dgn membuktikan seoptimal mungkin.”
#sabil versi bijak B-) #ups

Happy ending ever after :)

Kesimpulan tambahan :
Jadi artis itu nggak enak (mungkin bagi saya pribadi), banyak waktu luang yang nggak jelas kapannya. Makanya banyak artis yang selalu update sosmed. Tapi masih banyak juga artis yang berprestasi, mungkin karena mereka pandai memanfaatkan waktu buat belajar ulangan di sela syuting.


“Mbak, tayangnya kapan?”
“September mbak..”
“Wah.. lama yak.. :D” dalam hati à udah PIMNAS. Hehe #optimis,husnudzon
“iya mbak, soalnya lagi berhenti tayang. Dan edisi Ramadhan nanti si unyil jalan-jalan ke luar negeri. Ke Mesir, dll..”
“Oh gitu...”
“Nanti tak kabari mbak kalau tayang”
“Biasanya berapa lama mbak?”
“kalau yang ini satu segmen, 7 menit mbak”
“:D :D :D”
Selama 7 jam, bray... :D
#terkontaminasi bahasa si kameramen

Tessa & Yudi : adek cilik yang bantu masak

Mas Wahyu, Kameramen yg detailll bangeettt


SAWURI n Crew
"
"Lighting bray.." :D


11062013
18 : 54 p.m
_disela terkejar deadline essay_

Mixed Feeling

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan seseungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” [QS Al-Hijr: 9]
Mereka dan kita, sama-sama memiliki jumlah waktu 24 jam setiap harinya. Pembedanya yakni sikap kecintaannya pada Al-Qur’an, sehingga mereka optimalkan waktu dan potensi untuk mencapai cita-cita menjadi Hafidzul Qur’an.

Jatuh cinta sudah...
Saidov Nabiollah Muhammad
Rifdha Muhammad Rasyid
Djamil

Durasi yang dipercepat saat menonton "Koran By Heart" yang hanya bersumber semburat cahaya screen depan kelas tetap saja membekas dengan keheningan pasca kelas khataman Qur'an. Ini kali ke tujuh yang kami lalui. Samar terdengar isak tangis santri di sela keheningan. Lagi-lagi terpikir keanehan ulang. Sejak dulu tak semudah raga lain yang enteng meneteskan air mata di forum berjamaah. "Apa hati saya yang terlalu kotor?" Atau... yang lain-lain seiring menghantui untuk terevaluasi. Sementara sudah tak sepantasnya memfrekuensikan amalan yang sama like the day before.
Life choices has been running, and the soul must strengthen faith. Allah, forgive eyes, heart, and all sense of self. So heart feels so hard. :'(
Softened by Your power, Rabb... 

Belakangan menjadi less of passion abroad. Entah untuk conference, exchange, ikut leadership forum, etc. Maybe karena memang urusan di sini yang masih menumpuk untuk digarap. Atau PR diri yang belum sempat terjamah. Yang jelas, sempat disorientasi sesaat dari apa yang telah tercanangkan. But suddenly, qadarullah.. "Pengennya ke Mesir, atau ke Tajikistan lalu memeluk si sholih Nabiollah" Paling setelah itu, n*ng*s :))

In the end, I recommend to read a little synopsis of this documentary film :

“Koran By Heart”, Kisah Tiga Bocah Dalam Lomba Hafalan Al-Qur’an Internasional

 Ma'annajah, semoga bercahaya kembali ingatan yang sempat terpadam ^_^

_Rekonstruksi Ulang_
Rumah Cahaya
Ahad, 19052013
23 : 39 p.m

Bias Bumi dan Kayangan

“Ibaratnya kita ini memang hidup di kayangan..”
“Cerita kita ini sejenak menengok jendela keluar..”
“Iya, layaknya saudari kita ketika itu, Husnul Khatimah itu seperti dunia mimpi, dan ini baru kenyataannya. Dunia mimpi memang selalu lebih menyenangkan”

 Rumah Cahaya, kayangan.

===o0o===                                

Melongo. Masya Allah. Geleng-geleng. Seperti itu kondisi sekitar kita? Selama ini kita?
Hampir tiga tahun terakhir seras hidup di kayangan. Banyak senyum bertebaran. Nasihat menyejukkan. Pengertian meneduhkan. Sakinah yang abadi.

Sedangkan di luar sana?

Shock. Pusing. Tertegun. Tiba-tiba tersentak dengan cerita masih adanya kawan yang atheis, yang islam KTP, bangga dengan duniawinya, berbaur tanpa batasan, melebur dengan nafsu tak kenal malu, atau bahkan tak sampai tanggap menyongsong akhir hidup.
Ini sekitar kita. Bumi tempat kita berpijak. Tanah wadah menetes peluh. Sedangkan kayangan masih melambai dalam kenyamanan.
Kami sayang dengan kalian, rindu terikat menyatu, sakinah dalam mahabbah yang menggetarkan rindu.
“-----------------“

23 : 03 p.m
14052013
_Lepas berbincang_

Akhwat Panci



“Akhwat panci..!”
“haa??? (mengerutkan dahi, menatap serius) maksudnya???”
“Iya, panci kan tahan banting. Sekaligus tahan air..”
“hahaha... (kena banget sama ni sindiran) :D”

Baru kali ini denger ada istilah akhwat panci. Mungkin seresonansi dengan keberadaan tubuh ini. Tahan banting dalam artian memang sering kebanting-banting di jalan dan tahan air karena merasa aman dari keberadaan hujan. Astaghfirullah.. tapi saya sayang dengan diri saya sendiri. Sebelum saya akan banyak menyayangi jasad orang lain. :)
Jazakumullah atas pengorbanan waktu dua orang yang tepat membantu saya dengan ‘keheningan’ nya. Semoga bisa saling berbagi kisah nanti ketika bersua di syurga-Nya :’)

Pasca Syuro PSB DS
23 : 28 p.m
Senin, 22042013
source link

Quotes

“Ikatlah Ilmu dengan Menuliskannya”
( Pesan Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a.)

Total Pengunjung

Followers

My Account Facebook

Mengenai Saya

Foto saya
Pembelajar Sepanjang Hayat yang telah tunai menyelami program studi Ilmu Keperawatan di Universitas Gadjah Mada. Tertakdirkan semenjak tahun 2010 hingga lulus program profesi Ners 2016. Pasca dibelajarkan dalam mempertanggungjawabkan hidup dan kehidupan sebagai seorang khalifah di madrasah kepemanduan dan organisasi kampus, kini sedang belajar untuk mempertanggungjawabkan hidup dan kehidupan sebagai seorang professional clinical ners di sebuah Rumah Sakit yang berpayung di sebuah Perguruan Tinggi Pemerintahan. Bermimpi menjadi insan pecinta ilmu dari buaian sampai liang lahat, hingga tunduk dan meneduh di keridho'an Al Fatah Ar Rahman Ar Rahim..