"Memilih sikap terbaik untuk hidup setelah kematian"
_faidza ‘azzamta fatawakkal ‘alallah_Intanshurullaha yanshurkum wayutsabbit
aqdaamakum
"....Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia
akan menolongmu dan meneguhkan
kedudukanmu." (QS Muhammad : 7)
Bias Analogi

Esokku dalam genggaman erat tangan sang mentari kecil
Dengan kumpulan energi untuk terang, terang dan terus berpijar...
Tetap memutar sang pusat pikir, menata pengendali ego agar tak bereaksi saat penentuan bermula sampai akhir. Sampai sang penggenggam merasa begitu kencang dan erat genggamannya dan berkata PASTI....
Sampai sang mentari kecil mendapat energi untuk terus memancarkan energi suryanya, meskipun kecil, meski ia bilang tak ada arti, namun kias dalam maknanya sangat berarti. Ketika suatu saat perlahan, dengan tiada disadari oleh sang planet2 yang ada disekitarnya, cahaya yang berpendar itu, cahaya yang kiranya mereka anggap menakjubkan itu darinya sang pemilik asa, sang penggenggam, sang mentari kecil.....
Entah apa yang ada dipikirku,,,
Melati tetap ingin menyenangkan sekitarnya dengan wangi yang begitu anggun, tenang tapi mendamaikan....
Meskipun hujan, kesegaran tetap tersirat dlm sucinya.
Sesuatu yang tegak berdiri, kekokohannya tak dapat disangkal untuk kemudian pudar.
Semoga penyusunku tetap pada sel tulang yang tak mudah rapuh dan sendi yang tak pernah mati.
Sang Penggenggam mimpi, Sang mentari kecil, sang melati, aku dan analogi.......
Hanya memiliki satu kekuatan dari sumber yang begitu agung, sumber kekuatan yang bersumber dari Sang Pemberi Kekuatan....
15.17 | Label : Berbagi | 0 Comments
Untuk Dia, Sahabatku...
Kali ini aku akan bercerita tentang dia, Sahabatku…
Ketulusan dan keikhlasan hati yang tersirat dalam suasanaku buatku mengerti, berawal darimu aku mampu bangkit dari suatu keterpurukan saat itu. Kau tak tahu apa yang akan di ambil oleh orang lain dari tutur katamu dan perbuatanmu. Dan sebaliknya, aku pun takkan pernah tahu apa yang akan di ambil oleh orang lain atas kata yang ku ucap dan perbuatan yang ku lakukan. Dalam hal ini konteksnya adalah kamu yang ciptakan energi positif dalam jiwaku atas apa-apa yang kau katakan untuk membesarkan hatiku...
Dan kau tahu? Mereka yang salut, bangga dan menyayangimu telah benar-benar menempatkannya pada orang yang tepat...
Sungguh, betapa sesungguhnya engkau harus tahu begitu besarnya kehadiranmu dalam iringi langkah hidupku. Betapa apapun yang engkau lakukan selalu buatku terkesima akan apa-apa yang kau lakukan. Setiap tutur kata, setiap argumen, mimik wajahmu, gaya bicaramu, kebiasaanmu, dan bahkan raut wajah yang kau cipta dalam setiap suasanamu nampaknya sudah terkunci dalam sanubariku, sahabatmu.
Maaf kuucap atasku yang belum mampu berikan yang terbaik untukmu. Yang kiranya pernah menyakiti hatimu atas kekhilafanku. Kekuranganku dan segala kelemahanku...
Semoga Allah senantiasa menaungi dan meridhoi setiap langkah dan amalmu. Semoga persahabatan kita akan kekal selamanya atas ridho, kasih, dan mahabbah-Nya. Semoga kebersamaan kita senantiasa ciptakan hikmah dan energi positif untuk kehidupan kita. Semoga kita senantiasa istiqomah di jalan yang diridhoi oleh Allah Subhanahu Wata’ala. Amiin...
Terangi jalannya dengan cahayamu yang terangnya hanya milik orang-orang yang Engkau kehendaki...
Berikan ia kemudahan atas segala kesulitan yang menimpanya....
Tunjukkan jalan lurus dan yang terbaik bagimu dalam menjalani kehidupannya...
Dan istiqomahkan ia untuk senantiasa memautkan hatinya hanya untuk-Mu, Ar-Rahim...
Amiin ya Robb...
Tak habis kiranya jika aku bercerita tentang sahabatku yang satu ini...
Begitu banyak hal yang kami lalui.
Harapku di hari nanti...
Kita akan bertemu kembali disaat yng tepat dimana kita saling bercerita dan berbagi akan perjuangan masing-masing hingga mampu tunjukkan pada dunia bahwa kita mampu JADI ORANG SUKSES....!!!
Sahabatku, ini sedikit tulisan tuk gambarkan betapa bersyukurnya aku memiliki sahabat sepertimu... Tak seberapa memang dengan apa yang kita lalui selama ini, sesuatu yang jauh lebih agung dari sebuah kata-kata.....
Dedicated to : Amik Agisti ;)
20.19 | Label : Curhat | 2 Comments
Should be the case??? Afwan...
Lagi, lagi dan lagi...
Hmmm...
Ada sesuatu yang membuatku berpikir.
Entah kenapa...
Ya, memang "kami" punya suatu hal yang mungkin kan kau anggap ini merupakan suatu yang terlalu berlebih kau pandang.
Tapi ingin ku kau tahu bahwa aku tak suka caramu.
Tentang kau yang selalu mengungkit hal yang kiranya suatu hal yang normal dengan tuturmu yang membuatku tak mampu berkata lagi.
Asal kau tahu, bukan karena aku merasa bersalah! Namun aku tak mau ada suatu nada tinggi antara kita. Yah, antara kita yang aku sendiri menyayangimu...
Namun kau tak tau dan tak paham akanku. Dan kau harus menerima "inilah aku" dengan keterbatasanku tanpa ada suatu tuntutan untuk lebih tau apa tenang diriku. Bukan suatu tuntutan untukku yang seolah harus mengibah suatu hal yang ada padaku.
Entahlah........
Hanya aku ingin kau menerima, "inilah aku" sekali lagi dengan segala keterbatasanku...
Maaf, teman, bukan aku tak menerima apa yang kau kata.
Namu, kiranya tak semua saran harus ku terima. Meskipun kau tak menuturkan, namun sekiranya aku tahu akan maksud penilaianmu lewat kias pembicaraanmu.
Maaf sekali lagi, karena kau tak tahu apa yang sebenarnya dan aku tak mau menekankan hanya untuk mengubah jalan pikir dan penilaianmu padaku.
Biarlah Ia yang tahu semua yang tersirat...
Aku hanya ingin aku menjadi aku...
Dan aku hanya ingin kau menerima aku sebagai aku sebagaimana aku berusaha mengerti dan menerima akanmu...
Namun sesungguhnya aku menyayangimu.....
Maaf atas segala tutur yang tak berkenan untuk hari-hari kita...
Aku pula yang harus mengerti akanmu...
Maaf... :'(
17.52 | Label : Curhat | 0 Comments
Indahnya Ukhuwah, Aku Mencintaimu..

Saturday, October 24th '09
Setelah kata2 "Aku mencintaimu" membooming...
Tak lama, pulang sekolah terjadilah sesuatu yg begitu tak ku sangka (ceileh....)
Yang pasti g bakalan terlupa dan semakin menguatkan kenyataan bahwa kau semakin mengalirkan cinta dari mata air-Nya...
Subhanallah.............. Indaaaaaaaaaahhh........ bangeeeeetttt........
Bahkan rasa pusing di kepala n lebamnya mata juga terasa enak2 aja, meskipun sesenggukan masih mengganjal..... :D
Dan tahukah kau? Hal ini yang semakin menyadarkanku.....
Dari sebuah tulisan yang ku baca.....
Tentang.....
"Cintaku Padamu Teman"
Sebagian merasa hidup ini tidak akan pernah mencapai maknanya tanpa kehadiran seorangpun teman. Teman adalah orang-orang yang dicintainya dan yang mencintainya pula Orang-orang yang dengan keluasan hati menerima dirinya apa adanya, tanpa bumbu dan banyak cela.
Menyayangi teman, sama sekali bukan berarti menafikan kecintaan kepada yang lain Kecintaan kepada keluarga, kepada diri sendiri, sebab tiap-tiap jendela cinta memiliki ruangan tersendiri di hati yang tidak akan mampu disamakan dengan cinta-cinta lain Yang kesemuanya tidak saling berhimpit tidak pula bersinggungan. Namun tiap-tiap kecintaan mengisi bilik-bilik hati yang berbeda-beda. Kesemua cinta hendaknya merupakan suatu refleksi cinta kepada Allah SWT. Suatu pendaran keemasan dari keimanan, desiran sejuk angin kerinduan, dan deburan tegar ombak keistiqomahan.
Teman, bagiku kata itu adalah ungkapan kerinduan dan sejuta harapan. Harapan untuk dapat saling menegur dan meneguhkan. Membuang jauh-jauh kata perbedaan dan mencoba untuk mengawali segalanya dari kesamaan. Pada kata itu kutemukan hakikat hidup dan kehidupan, karena bersamanya aku menahan derita dan sengsara, gundah dan gulana, namun begitu manis terasa segala kerutan layar perjuangan karena Allah lah yang telah membuatnya.
Teman, bertemankan jiwa-jiwa yang ber-izzah mulia dan ghiroh menggelora, dengan segudang ide dan idealisme yang Robbani. Meniti jembatan yang sama, dengan tekad yang serupa dan seragam kebesaran jiwa. Bukan untuk sekedar menghabiskan sisa minuman kehidupan dunia, tapi hidup untuk sebuah cita yang takkan pernah kandas sia-sia. Pantas saja jika Rosululloh mewasiatkan agar kita menjadikan mereka yang sholeh sebagai teman kepercayaan.
Ah teman, harus kita terima bahwa berteman bukan berarti untuk selalu bersama secara harfiah Suatu saat pasti kita akan terpisah pula. Menempati lini-lini berbeda di setiap sudut kehidupan, agar setiap insane dapat tersentuh cahayaNya
Teringat serangkaian syair milik Munsyid Saujana ini kusuntingkan untukmu :
Sedingin embunan dedaun kehijauan, sesegar ingatan kenangan kisah silam
Kita seiring bersatu dan berjuang, meniti titian persahabatan
Kau hadir bawa cahaya, terangi hatiku teman
Saling memerlukan dan mengharapkan
Tangis gembira saat bahagia, moga kan kekal menuju Syurga
Kerana Tuhan kita ditemukan, andai terpisah, itu ketentuan
Sengketa dan kesilapan itulah fitrahnya insan
Kata dan teguran itulah pedoman
http://www.van.9f.com/renu
Meskipun rasanya belum siap nantinya.....
Tapi..... Tetap, aku ingin berkata.....
"Aku mencintaimu....." ;)
15.30 | Label : Dunia Akselku | 2 Comments
Terimakasih atas Karunia-Mu...


Subhanallah walhamdulillah walaaillahaillallah wa Allahu Akbar….
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Bijaksana...
Engkau tak pernah membiarkan hamba-Mu ini merasa tak punya siapa2...
Robb, Yang Maha Pengasih dan Penyayang...
Subhanallah... ;) nikmat yang begitu agung kembali Kau tunjukkan pada hamba, hingga hamba merasa begitu kecil untuk berani jauh dari-Mu... Sungguh Ya Allah, hamba tak mampu....
Allahu Akbar...! Setiap apapun usaha yang kita lakukan pasti kan ada yang menilai. Dan Ia tak kan salah penilaian, Ia pula yang memberi reward atas apa yang kita lakukan.
Robb... Jadikan hamba, hamba-Mu yang senantiasa mengingat akan keberadaan-Mu, istiqomah di jalan-Mu, dan menjadikan-Mu ada untuk terpaut dalam kalbuku... Hanya Engkau ya Robb... Hanya demi Engkau....
Sungguh indah ketika hamba ada di dekat-Mu... Dala sujudku, dalam do’aku, dalam kesendirianku, dalam nuansa islam di sekelilingku....
Robb... Jadikan keikhlasan dan kesabaran selalu melekat di hati hamba...
Jadikan suatu ikhtiar sebagai kekuatan hamba, dan tawakal sebagai penghias ujung indahnya...
Ya Allah, Al Malik...
Tiada kuasa yang menandingi kekuasaan-Mu atas apa yang telah Engkau tentukan...
Jadikan hamba termasuk dalam golongan orang-orang yang beruntung di antara orang2 yang telah Engkau pilih...
Ya Allah, Al Fatah...
Buka hati dan mata hamba ketika syetan mulai mempengaruhi tuk semakin jauh dari-Mu... Buka hati hamba tuk kembali rasakan kedamaian di jalan-Mu kembali...
Robb.... Terimakasih untuk nikmatmu yang sungguh tak terkira ini...
Terimakasih atas segala kasih sayang-Mu, kemurahan-Mu, dan segala yang bersumber dari kemuliaan-Mu...
Ya Allah, jadikan semua yang telah hamba lalui menjadikan hamba tuk lebih pandai dalam mengambil segala hikmah yang kan jadi perbaikan hamba di esok hari...
Sembah syukurku atas segala keagungan-Mu...
Alhamdulillah... Akhirnya semua Engkau beri kemudahan dan suatu hasil yang cukup maksimal...
Thanks for :
Amik Agisti, Dyah Ayu K.W.
Ibu Titik Sugyarsiti, Ibu Sawitri.
Temen-temen XI IA Akselerasi…
Bapak-Ibu guru SMA N 1 Sukoharjo...
Dan semua pihak yang telah membantu…:)
Tak ka nada suatu yang hebat tanpa ada orang-orang hebat seperti kalian…:)
Jazakumullah Khoiron Katsira…
12.16 | Label : Berbagi | 0 Comments
- Akselerasi Punya Cerita
- amanah
- Anugerah
- Berbagi
- Biah Sholihah
- cerita cinta
- cinta
- Curhat
- dakwah
- dreams
- DS
- Dunia Akselku
- GC
- hikmah
- inspiring
- keluarga
- Mata Cahaya
- MSC
- muhasabah
- muslimah
- Ners Muda
- Proud of Islam
- PSIK
- QA
- quotes
- refleksi diri
- Romance
- Sepenggal Kisah
- Share
- spontan pikir
- Syair
- syukur
- Terima Kasih
- ukhuwah
Catatanku Hari Ini
-
▼
2018
(1)
- ▼ April 2018 (1)
-
►
2016
(10)
- ► Oktober 2016 (2)
- ► Februari 2016 (4)
- ► Januari 2016 (3)
-
►
2015
(11)
- ► Desember 2015 (7)
- ► November 2015 (1)
- ► September 2015 (2)
- ► Januari 2015 (1)
-
►
2014
(38)
- ► Desember 2014 (1)
- ► November 2014 (3)
- ► Oktober 2014 (2)
- ► September 2014 (3)
- ► Agustus 2014 (2)
- ► April 2014 (1)
- ► Maret 2014 (2)
- ► Februari 2014 (12)
- ► Januari 2014 (6)
-
►
2013
(56)
- ► Desember 2013 (3)
- ► November 2013 (2)
- ► Oktober 2013 (4)
- ► September 2013 (2)
- ► April 2013 (9)
- ► Maret 2013 (10)
- ► Februari 2013 (11)
-
►
2012
(28)
- ► Desember 2012 (2)
- ► November 2012 (3)
- ► September 2012 (3)
- ► Agustus 2012 (5)
- ► April 2012 (3)
- ► Maret 2012 (1)
- ► Februari 2012 (4)
- ► Januari 2012 (6)
-
►
2011
(4)
- ► September 2011 (1)
- ► Maret 2011 (2)
-
►
2010
(2)
- ► September 2010 (1)
- ► Februari 2010 (1)
-
►
2009
(10)
- ► Desember 2009 (1)
- ► Oktober 2009 (4)
- ► September 2009 (5)
Quotes
“Ikatlah Ilmu dengan Menuliskannya”
( Pesan Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a.)
Total Pengunjung
Followers
My Account Facebook
Mengenai Saya
- Mariana Ulfa
- Pembelajar Sepanjang Hayat yang telah tunai menyelami program studi Ilmu Keperawatan di Universitas Gadjah Mada. Tertakdirkan semenjak tahun 2010 hingga lulus program profesi Ners 2016. Pasca dibelajarkan dalam mempertanggungjawabkan hidup dan kehidupan sebagai seorang khalifah di madrasah kepemanduan dan organisasi kampus, kini sedang belajar untuk mempertanggungjawabkan hidup dan kehidupan sebagai seorang professional clinical ners di sebuah Rumah Sakit yang berpayung di sebuah Perguruan Tinggi Pemerintahan. Bermimpi menjadi insan pecinta ilmu dari buaian sampai liang lahat, hingga tunduk dan meneduh di keridho'an Al Fatah Ar Rahman Ar Rahim..
